By | 8 Februari 2020

patron.id – Jakarta, Kasus Pelecehan seksual yang terjadi kepada salah satu Kader dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sekaligus kader Korps PMII Puteri (Kopri) asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membuat pilu Pengurus Besar (PB) PMII.

Kejadian pelecehan tersebut dialami oleh RFS (nama singkatan/red) yang diceritakan melalui akun media sosialnya, bahwa pelecehan seksual tersebut bertempat di dalam angkutan umum, di semarang, pada Kamis (06/02/2020).

Kejadian pilu tersebut membuat salah satu Aktivis Perempuan Maya Muizatil Lutfillah selaku Ketua Bidang Pendidikan, Seni Budaya dan Olahraga, Kopri PB PMII angkat bicara, Pada Sabtu (08/02/2020).

Ia mengatakan bahwa Maraknya Jenis Transportasi umum tidak menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna.

“Ketersediaan moda transportasi umum baik konvensional maupun online ternyata belum menjamin keselamatan dan kenyamanan para penggunanya. Hingga saat ini, pelecehan seksual masih terus terjadi di berbagai ruang publik, termasuk di transportasi umum.” Katanya

Selain itu menyoal terkait pelecehan seksual menurut Maya (panggilan akrabnya) pelecehan seksual adalah kategori kekerasan yang mendiskriminatifkan perempuan.

“Pelecehan seksual adalah suatu bentuk penyiksaan, karena Pelecehan seksual dapat dilihat sebagai bentuk kekerasan seks sebagai perlakuan diskriminatif yang tentunya hal yg tidak diinginkan terjadi oleh setiap perempuan khususnya.” Ungkapnya

Baca Juga:  Sambut New Normal PW GP Ansor Banten Ziarah Keliling

Ia juga menegaskan bahwa dirinya mengutuk keras oknum yang melakukan tindakan pelecehan tersebut dan meminta kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus pelecehan tersebut.

“Saya mengutuk keras untuk usut segera pelecehan seksual yang terjadi pada kader KOPRI, Apa motif sebenarnya, sampai oknum melakukan perbuatan keji seperti ini.” Tegasnya.

Tidak lupa pula Sebagai seorang perempuan Maya turut mengajak kepada seluruh pengguna transportasi umum untuk peduli pada keadaan sekitarnya guna memperkecil kesempatan oknum pelecehan seksual.

“Perempuan memang paling banyak menjadi korban kekerasan seksual. Karena itu saya mengajak semua pengguna transportasi umum untuk lebih peduli dengan keadaan sekitar dan korban.” Tuturnya.

Selain itu ia juga mengharapkan, Kejelasan peran pemerintah terkait penanganan kasus pelecehan seksual guna menurunkan angka kasus pelecehan seksual.

“Jangan sampai ada korban setelah ini Peranan pemerintah harus jelas dalam menangani penurunan jumlah pelecehan seksual.” Harapnya. [Red/Aldi]

Bagikan: