By | 9 Maret 2020

patron.id – Jakarta, Pada 8 Maret 2020 merupakan hari penting bagi perempuan di seluruh dunia lantaran hari tersebut adalah hari yang sangat bersejarah yaitu International Women’s Day atau IWD.

Mendelik Sejarah singkat pertama kali IWD tersebut muncul yaitu digagas oleh Partai Sosialis Amerika pada 28 Februari 1909 di New York , dilain negara bagian demonstrasi menyertai bagian perjalanan panjang sebelum peresmiannya IWD pada 8 Maret 1917 para perempuan di Peteogrand Memicu terjadinya Revolusi Rusia, Maka dari itu hari perempuan internasional secara resmi dijadikan sebagai hari libur Nasional di Soviet Rusia pada tahun 1917 dan dirayakan secara luas di negara sosialis maupun komunis.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan Hari Perempuan Internasional tersebut pada tahun 1977 sebagai perayaan tahunan tersebut, dengan usut memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Maya Muizatil Lutfillah Seorang Aktivis Korps PMII Putri ( Kopri ), Pengurus Besar (PB), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ketua Bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, Angkat bicara terkait peran dan fungsi perempuan pada IWD tahun 2020 ini.

Ia berpandangan bahwa teknologi sangat membawa pengaruh yang besar terhadap setiap ruang gerak perempuan, perempuan yang terbiasa hidup dalam fase kecanggihan teknologi cenderung membuat budaya yang tak bisa terpisahkan, antara dirinya dan kecanggihan teknologi.

“Bangsa ini telah berkembang pesat dengan segala tantangannya dari generasi Baby boomers hingga generasi Millenials atau yang biasa di sebut generasi Y. Generasi Y adalah generasi yang membawa perempuan-perempuan hari ini pada kecanggihan teknologi, tak bisa di pungkiri pengaruh yang begitu besar pada setiap individu merasuk kedalam diri dan menjadi sebuah kebiasaan.” Ucap Maya sapaan akrabnya Pada Senin (9/2/2020).

Baca Juga:  Razia Warung Remang dan Cafe, Satpol PP Banten Sita Puluhan Miras

Aktivis pergerakan perempuan ini juga menegaskan bahwa perempuan harus mampu membidik segala kesempatan menjadi peluang yang akhirnya perempuan bebas bergerak didalam ruang yang pantas untuknya.

“Di era milenial saat ini berbicara hak perempuan, tinggal bagaimana kita sebagai kaum perempuan berani atau tidak mengambil peluang dan menghadapi tantangan yang ada, karena saat ini hak perempuan tidak lagi di diskriminasikan, kesempatan perempuan di segala liding sektor baik pada bidang pendidikan, politik, budaya, hukum, kesehatan dan lainnya sangat terbuka untuk perempuan sehingga perempuan bisa bergerak dengan bebas di ruang yang menurutnya itu pantas dan layak Jangan sampai perempuan masa kini kehilangan eksistensi dan identitasnya.” Imbuhnya

Tandasnya perempuan harus mampu melawan kemalasan tidak hanya sekedar menikmati hasil kemerdekaan di era kini tetapi maju dengan cara berdikari.

“Era kekinian merupakan alasan yang cukup agar perempuan-perempuan masa kini tidak hanya sekedar menikmati kemerdekaan dengan kesenangan belaka lalai akan tugas dan lupa bahwa masa merdeka nya hari ini karena perjuangan kemarin. Jadilah perempuan yang maju secara berdikari.” Pungkasnya.[Red/Aswari]

Bagikan: