By | 19 Juli 2019

patron.id – Pandeglang, Tindakan modernisasi di suatu Wilayah tak melulu dapat diterima dan berdampak untuk perubahan yang maju, Perlakuan modernisasi bisa saja jadi suatu perubahan Sosial regresif.

seperti yang dilakukan Masyarakat Sobang dalam Paguyuban Solidaritas Buruh Tani (PASOBATI), mereka lakukan aksi unjuk rasa di Polsek Panimbang untuk menolak adanya Combine sebagai langkah modernisasi di Kampung Kelapa Cagak dan Kampung Kubangbale, Dusun 3, Kabupaten Pandeglang, pada Jumat, (19/07/19).

Buruh tani, Masyarakat yang tergabung dalam Pasobati merasa lahan pencaharian yang telah lama dijalani merasa terusik dengan adanya Combine sebagai alat modern untuk memanen Padi yang ditanam.

Bambang, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Tridharma Indonesia (LBH TI) yang ikut mengkawal aksi tersebut mengatakan, Pada 19 Juli hingga kedepannya, ia akan tetap melakukan pendampingan secara hukum.

Baca Juga:  Pentingnya Pemahaman Media Literasi Bagi Orangtua

“Hari ini sampai kedepan kami masih tetap melakukan pendampingan secara hukum,” Tegasnya

Ia menuturkan, tindakan masyarakat yang menolak adanya alat pemanen padi di wilayah Masyarakat dusun 3 tersebut sudah disepakati sebelumnya.

“Karena tindakan penghadangan terhadap combain yang tidak boleh masuk di Wilayah para buruh tani itu adalah kesepakatan yang sudah dibicarakan dan disepakatati sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk Sekedar diketahui, Paguyuban Solidaritas Buruh Tani (PASOBATI) pada unjuk rasanya meminta:

  1. Stop Intimidasi kepada buruh kami (buruh tani-red)
  2. Stop Kriminalisasi kepada kami “Wong Cilik”
  3. Stop Proses hukum kepada Saudara Kami
  4. Kami minta penegakan sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bukan hanya pada Pengusaha dan Penguasa
  5. Tertibkan Pengusaha yang tidak berizin
  6. Stop Combine masuk ke Wilayah kami. [Red/Setiadiwangsa]
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *