By | 14 Januari 2019

patron.id – Serang, Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Masyarakat Bela Hutan Cikaromong menuntut Walikota Serang, Syafrudin, untuk bersikap tegas terkait Galian C berkedok yayasan. Hal itu dilakukan mereka saat menggelar aksi seruan damai di depan Kantor Walikota Serang, Komplek KSB, Serang. Senin (14/1/2019).

Aksi seruan damai yang diikuti sebanyak 50 pemuda ini menuntut Galian C berkedok yayasan di Desa Pancur, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, untuk segera ditutup. Kemudian mereka juga meminta kepada pemerintah kota (pemkot) untuk menindak tegas pelaku penambangan liar dan pengerusakan lingkungan hidup di hutan Cikaromong.

Namun sayang, kedatangan massa di kantor Walikota Serang ini tidak disambut baik oleh Syafrudin. Mereka kecewa niat baiknya bertemu Walikota Serang untuk menyampaikan aspirasinya terkait penggalian ilegal atau Galian C berkedok yayasan tidak tersalurkan.

Koordinator Lapangan, Samsul Bahri, mengatakan aksi ini merupakan sikap tegas dari masyarakat agar Pemerintah Kota Serang segera menutup Galian ilegal C yang ada di Desa Pancur, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan.

“Kami sangat kecewa, dari pihak Pemkot Serang tidak ada yang menemui kami. Padahal kami ingin benar-benar penggalian C ilegal tersebut ditutup, dan tidak ada lagi aktifitas di dalamnya agar masyarakat tentram tanpa penggalian.” ujar Samsul saat ditemui di lokasi aksi.

Baca Juga:  Dinilai Ilegal, Galian C di Pancur Ditutup Sementara

Menurut Samsul hasil musyawarah di Kantor Kelurahan Pancur pada Jumat 11 Januari kemarin memutuskan bahwa Galian C resmi ditutup. Namun, selang sehari usai musyawarah, Galian C berkedok yayasan tersebut nyatanya sampai saat ini masih beroperasi.

“Kami merasa kecewa, padahal hasil musyawarah sudah jelas bahwa Galian C berkedok yayasan ini ditutup. Tapi besoknya, penggalian ilegal ini masih saja beraktifitas seperti biasanya.” keluhnya.

Ia berjanji jika hal ini tidak direspon oleh Walikota Serang, maka pihaknya akan membawa massa yang lebih banyak lagi untuk melanjutkan perjuangannya. Bahkan menurut Samsul, masyarakat Desa Pancur akan kembali melanjutkan unjuk rasa ke tempat lokasi penggalian.

“Kami sangat berharap Walikota Serang Bapak Syafrudin sebagai pemangku kebijakan harus lebih tegas mengambil sikap untuk cepat menutupnya.” pungkasnya. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *