By | 7 Januari 2019

patron.id – Pandeglang, Sejumlah mahasiswa yang tergabung di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta memberikan bantuan logistik kepada korban bencana tsunami di Desa Teluk, Kecamatan Labuhan, Kabupaten Pandeglang. Minggu (6/1/2019).

PMII UNUSIA Jakarta
[Istimewa]

Bantuan logistik yang diberikan PMII UNUSIA Jakarta ini berupa alat tulis beserta perlengkapan sekolah lainnya dan sembako. Koordinator Lapangan Penggalangan Dana, Jefri, menjelaskan bahwa bantuan logistik tersebut hasil dari galang dana yang dilakukan pihaknya selama 5 hari di wilayah Jakarta Barat dengan dana terkumpul sebanyak Rp 14 juta.

“Dana ini kami tukar dengan alat tulis, keperluan sekolah lainnya dan tentunya sembako sebagai makanan pokok bagi warga yang terkena bencana.” terangnya.

Selain itu, PMII UNUSIA Jakarta juga mengirimkan relawan sebanyak 25 orang yang ditugaskan untuk memberikan kekuatan moral bagi para korban bencana.

Ketua Komisariat UNUSIA Jakarta, Sobri Yadi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak merasa terhambat untuk memberikan kepedulian terhadap warga yang terkena dampak bencana tsunami, meskipun masa tanggap darurat yang ditetapkan BNPB telah selesai Jumat (4/1/2019) kemarin.

“Sifatnya aksi kemanusiaan ini tidak ada batasan walaupun masa tanggap bencana sudah dicabut oleh pemerintah (BNPB). Bahkan sekarang ini kita terjun langsung ke Desa Teluk untuk membantu korban bencana terkhusus bagi anak-anak yang membutuhkan kepedulian lebih untuk melanjutkan sekolahnya.” kata Sobri, melalui rilis yang diterima patron.id

Baca Juga:  Peserta KKM Untirta Bantu Kembangkan Produk Anyaman Kp. Selagunung

Ia juga mengatakan pihaknya sempat tinggal bersama warga Desa Teluk selama tiga hari untuk memberikan bantuan moral berupa siraman rohani dengan mengajak warga sekitar untuk berdoa bermunajat kepada Allah SWT agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan ketabahan dan bagi korban yang meninggal semoga diampuni segala dosanya.

“Kami tinggal di Desa Teluk ini selama tiga hari, antusias dari mahasiswa juga luar biasa dengan 25 mahasiswa yang ikut terjun ke Desa Teluk Kabupaten Pandeglang ini.” ungkapnya.

Sekertaris Desa Teluk, Untung Nuridin, mengatakan Desa Teluk merupakan daerah yang paling terparah di Kecamatan Labuan akibat diterjang gelombang tsunami. Sehingga ia menyebutkan ada ratusan rumah runtuh, tiga orang meninggal dunia dua orang hilang hingga sekarang belum ditemukan.

“Desa Teluk paling parah dari dampak tsunami dan tidak hanya tsunami, setelah itu banjir juga menggenangi rumah-rumah warga.” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak warga yang langsung kembali ke rumah masing-masing setelah masa tanggap darurat tidak diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Namun, dikatakan Untung, malam harinya tak sedikit pula warga yang pindah ke posko lantaran masih trauma. [Red/Royadi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *