By | 16 Februari 2020

patron.id – Serang, Investasi asing yang sudah merajalela dengan memanfaatkan tanah bengkok yang dulunya dikelola oleh beberapa desa di Kecamatan Baros yang kini dikelola oleh pihak asing dengan membuat hektaran lahan perkebunan buah naga dan buah durian yang berada di Kampung Mandeg, daerah yang berada di atas Kampung Citaman dinilai banyak sisi negatif dan positifnya dengan adanya perkebunan tersebut.

Saat ini, Kali kedua Kecamatan Baros berduka atas peristiwa terjadinya banjir bandang akibat derasnya curah hujan yang mengguyur. Dari pembuangan aliran air hujan perkebunan yang langsung masuk ke pemukiman warga Kampung Citaman, Desa Tamansari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, menyebabkan banjir bandang, pada pukul 14.00 WIB, Sabtu, (15/02/2020) kemarin.

Atas kejadian tersebut masyarakat Citaman merasa dirugikan, karena harta benda dan rumah mereka rusak akibat banjir bandang karena sebelumnya tidak pernah terjadi sebelum adanya perkebunan tersebut.

Maman, selaku warga Kampung Tamansari mengatakan, akibat banjir bandang tersebut, pemukiman warga menjadi kotor karena terendam banjir bandang, serta sumber mata air Citaman yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat kini menjadi keruh karena tercampur dengan lumpur bawaan banjir.

“Banjir bandang yang menghantam pemukiman warga dan membuat sumber mata air Citaman yang akhirnya menjadi keruh. Sumber mata air Citaman adalah salah satu sumber kehidupan masyarakat Kecamatan Baros bahkan airnya dimanfaatkan oleh masyarakat di luar Baros,” ujarnya

Baca Juga:  Pemerintahan Desa Margasari Adakan Kegiataan Keagamaan Selama Bulan Ramadhan

Ia berharap dengan adanya perusahaan didaerah tersebut juga harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat setempat dengan memperhatukan risiko dan keselamatan masyarakat di lingkungan perkebunan.

“Dengan adanya nvestasi asing melalui perkebunan ini, jangan sampai menjadi malapetaka bagi kehidupan masyarakat, karena tidak memperhatikan aspek resiko dan keselamatan masyarakat yang berada di lingkungan perkebunan,” harapnya.

Sementara itu, untuk menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran masyarakat dari kejadian banjir bandang sontak menjadi perhatian para tokoh pemuda Kecamatan Baros, melalui Forum Silaturahmi Kesatuan Pemuda (FSKP) Kecamatan Baros untuk menyatukan pemikiran langsung mengadakan pertemuan dengan melibatkan OKP se-Kecamatan Baros, yaitu dalam rangka mencari solusi jangka panjang dalam menangani banjir.

Mengingat banjir bandang di Desa Tamansari sudah pernah terjadi pada tahun 2017 silam. Muttaqin, selaku pengurus FSKP Kecamatan Baros mengatakan, pada pertemuan tersebut terdapat rekomendasi untuk menangani banjir bandang yang masuk ke pemukiman warga.

“Pada pertemuan tersebut muncul beberapa rekomendasi langkah-langkah konkrit untuk menangani banjir yang masuk ke pemukiman warga Citaman; 1) drainase aliran air pada perkebunan buah naga dan buah durian yang langsung mengalir ke pemukiman warga perlu diperbaiki 2) Forum meminta ada tindakan dari stakeholder (Desa, Muspika Kecamatan Baros, DPKAD, Dinas Perizinan, Anggota Dewan, Bupati Serang) secara bersama-sama untuk mencari solusi pencegahan banjir di Citaman,” pungkasnya. [Red/Setiaadi]

Bagikan: