By | 11 September 2020

patron.id – Serang, Sejumlah mahasiswa Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar aksi refleksi dalam momentum September hitam, di belakang gedung B Unsera, pada Kamis (11/9/2020).

Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi  Bisnis Keguruan Ilmu Pendidikan – Vokasi (FEBKIP) beserta Mahasiswa Individu Merdeka Lainnya, melakukan aksi refleksi dalam rangka menjaga ingatan di bulan September, yang penuh dengan rentetan peristiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Aksi dengan tema “menjaga ingatan September hitam di kampus kapitalis,” di warnai dengan berbagai orasi ilmiah dan puisi oleh mahasiswa serta memegang poster korban-korban HAM di masa lampau.

Selain menjaga ingatan atas peristiwa di masa lampau, DPM FEB Khoirul Anwar menjelaskan berbagai Pelanggaran HAM di sekitar kampus saat kegiatan tersebut berlangsung.

“Perlu di ingat pelanggaran HAM masih sering terjadi bahkan di sekitar kita, seperti tindakan rektorat pada aksi medot janji tempo lalu. Kawan kita mengalami tindakan represif dari kampus dan hari ini pun kami sempat tidak di perbolehkan melakukan aksi dengan dalih PSBB.” Kata DPM FEB Khoirul Anwar.

Baca Juga:  Kelompok Kukerta 32, Bersama TBM Az-Zahra Besut Kegiatan Literasi

Walaupun pandemi Covid-19 berlangsung dan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) sedang diberlakukan di Kota Serang, sama sekali tidak menyurutkan semangat kegiatan tersebut, pasalnya Korlap aksi menegaskan, aksi tersebut digelar dengan tetap menggunakan standar protokol kesehatan yang berlaku, dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Aksi ini kami lakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, serta kami juga menjaga jarak satu sama lain.” Ujar Korlap Aksi Khoirul Umam.

Aksi refleksi kali ini diharapkan mampu menjadi percikan perlawanan, Sehingga tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia maupun di kampus.

“Kami berharap dengan adanya refleksi ini mampu menjaga ingatan antar mahasiswa, sehingga tidak ada lagi pelanggaran HAM yang ada di sekitar kita dan kami juga mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM Berat.” Pungkasnya. [Red/Aldi]

Bagikan: