By | 8 Juni 2020

patron.id – Pandeglang, Aliansi Mahasiswa Universitas Matlaul Anwar (Unma) Banten menggeruduk Kampus untuk menggelar aksi unjuk rasa dalam menuntut hak mahasiswa yang tak terpenuhi, Pada Senin (08/06/2020).

Aksi tersebut suatu bentuk protes mahasiswa terhadap sistem kampus.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut mahasiswa Unma Banten menuntut agar mempercepat Akreditasi institusi dan prodi yang belum jelas, perbaikan sistem Akademik secara menyeluruh, kemudian sistem semi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang merugikan mahasiswa, memaksimalkan pelaksanaan sentralisasi keuangan Universitas, transparasi rekening koran dana kemahasiswaan, mencabut SK PJS BEM Unma Banten dan membiarkan mahasiswa yang mengatur sesuai dengan mekanisme Anggaran Dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Organisasi mahasiswa (Ormawa) dan Status Universitas serta memaksimalkan tugas Wakil Rektor III Sebagaimana mestinya.

Aksi yang berlangsung mulai dari pagi hingga siang tersebut di hadiri oleh semua unsur Ormawa Unma Banten yg terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Fakultas serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Selain itu pada aksi tersebut hadir juga perwakilan dari kampus mulai dari Wakil Rektor II (Dua) dan Wakil Rektor III (Tiga).

Maulana Yusuf Amrullah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unma Banten mengatakan bahwa pihak Rektorat Unma khususnya Wakil Rektor III yang menaungi bidang kemahasiswaan terlalu intervensi terhadap mahasiswa

“Memang secara de facto Surat Keputusan (SK) terkait kepengurusan BEM Unma Presma dan Wapresma sudah habis masa jabatannya, akan tetapi tidak sepantasnya Warek lll ikut campur dalam hal penentuan dan penetapan siapa PJS Presma dan Wapresma,” Ucap Maulana Yusuf, Pada Senin (08/06/2020)

Baca Juga:  KPKMB Kampus Untirta; Harapan Gubernur Banten untuk Mahasiswa

Ia menila bahwa sikap Wakil Rektor III yang memilih Pejabat Sementara (PJS) Presma dan Wapresma tidak sesuai prosedur yang ada.

“Ada mekanisme yang di tempuh secara AD/ART dan sepenuhnya di serahkan kepada Ormawa dan mahasiswa, saya menduga ada upaya pembungkaman terkait jiwa kritis mahasiswa dan sikap otoriter yang di lakukan oleh pihak rektorat Unma hal tersebut tentu harus di lawan oleh mahasiswa karena mahasiswa jangan sampai mau di dikte oleh siapapun. kedaulatan Mahasiswa adalah harga mati merdeka dalam berpikir dan  bertindak adalah cerminan dan esensi ketika menyandang gelar mahasiswa,” tandasnya

Dalam pantauan jurnalis patron.id mahasiswa merangsak masuk ke gedung I kampus Unma untuk menemui pihak rektorat, kejadian tersebut  sempat dihalangi oleh pihak keamanan dlsehingga terjadi kondisi yang cukup memanas. Namun pada akhirnya pihak rektorat bersedia menemui para demonstran yang akhirnya terjadi audensi antara demonstran.

Setelah itu terjadilah negosiasi cukup  alot antara pihak demonstran yang di wakili oleh MPM dengan pihak rektorat, akhirnya  pihak rektorat akan mencabut SK pengangkatan PJS BEM unma tersebut.

Pihak rektorat menyatakan bahwa kurang dari 1 Minggu SK PJS BEM Unma akan di cabut dan untuk mengisi kekosongan jabatan yg terjadi di BEM Unma maka akan di lakukan musyawarah dan teknisnya akan di serahkan kepada Ormawa Unma dalam hal tersebut ada MPM sebagai lembaga yang menaungi perihal keorganisasian mahasiswa di kampus Unma banten.[Red/Aswari]

Bagikan: