By | 4 Februari 2019

patron.id – Serang, Aduan pedagang kaki lima (PKL) Stadion Maulana Yusuf ke DPRD Kota Serang mendapat komentar dari Kepala Dinas Pergangan Industri Koperasi (Disperindaginkop) dan UMKM Kota Serang Ahmad Benbela, ia mengatakan aspirasi itu tidak murni dan ditunggangi oknum berkepentingan.

Menanggapi pertanyaan itu, Halabi salah seorang mahasiswa yang ikut mengawal PKL Stadion Maulana Yusuf ikut berkomentar. Ia menilai tak pantas lembaga negara yang menjadi induk PKL menuding demikian.

“Kalau misalnya mulut itu moncong senjata, dan kata-kata adalah pelurunya. Saya tidak tau mau ditembakkan kemana. Tapi kalau ada orang memegang sekian senjata dan memberondong tanpa arah yang jelas saya fikir itu ekspresi kepanikan. Sama seperti Banbela, dia sedang panik,” kata Halabi dalam rilisnya, Senin (4/2/2019).

Baca Juga:  Fenomena Hoax, DPW PGK Banten Adakan Diskusi Publik

Kepanikan itu, kata Halabi, dilakukan Banbela karena sedang mencari aman saja. “Bagaimana tidak, sekarang Pemerintah Kota sudah berganti, ia ketakutan,” cetus dia.

Mahasiswa meminta agar Banbela menunjuk siapa yang menunggangi PKL dalam gerakan ini. Agar tak dinilai sebagai ekspresi kepanikan atas jabatannya sebagai Kepala Dinas.

“Tinggal tunjuk hidungnya, siapa orangnya. Kalau memang ada kami mahasiswa ikut diciderai dalam gerakan ini. Kalau bicara kepentingan, iya benar ini kepentingan PKL,” tegasnya.

Mahasiswa meminta Benbela agar kembali bertumpu pada Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

“Pak Banbela silahkan kembali membaca Perda tersebut, biar gak keliru dan asal bicara,” pungkasnya [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *