By | 9 April 2020

patron.id – Serang, Kejadian Luar Biasa yang telah ditetapkan Gubernur Banten semenjak 14 Maret 2020 tak diindahkan Kecamatan Jawilan, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten (UIN SMH BANTEN), asal Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.

Alif Alfa Zain, turut mengkritisi kegiatan serah terima jabatan (Sertijab) PJS Desa Cemplang dan Desa Junti dikarenakan pihak Kecamatan tidak mematuhi peraturan pemerintah terkait wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia termasuk Provinsi Banten.

“Kita semua mematuhi aturan yang berlaku, bahkan sekarang saya berkuliah pun lewat media karen sedang dalam Physical Distancing,” ucapnya, pada Kamis, (9/4/2020).

Baca Juga:  KPKMB Kampus Untirta; Harapan Gubernur Banten untuk Mahasiswa

Walau bertujuan baik, dengan kondisi setelah merebaknya pandemi di Provinsi Banten, Alif sangat menyayangkan pihak Kecamatan Jawilan yang melakukan kegiatan dengan mendatangkan banyak orang tersebut.

“Seharusnya dari pihak aparat kepolisian maupun pihak kecamatan segera menyelesaikan hal ini, sebenarnya masyarakat hanya meminta pihak Kecamatan dan kepolisian agar klarifikasi dan meminta maaf. Jika dari pihak Kecamatan rasa kegiatan tersebut sudah sesuai dengan SOP, jelaskan dan klarifikasi terkait video dan foto yang beredar yang dinilai sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai yang berlaku,” pungkasnya.[Red/Setiadi]

Bagikan: