By | 15 Februari 2019

patron.id Cilegon, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Cilegon sepakat mendeklarasikan diri anti radikalisme di lingkungan kampus. Deklarasi dilakukan sebagai bentuk upaya menangkal berbagai informasi hoax menjelang pemilu 2019, di Gedung DPRD Kota Cilegon, Kamis (14/2/2019),

Deklarasi dibacakan langsung oleh Ketua Umum PMII Kota Cilegon Mahmudin bersama sejumlah kader, anggota serta alumni PMII Kota Cilegon.

“Deklarasi ini dilakukan dengan memerhatikan perkembangan kehidupan kampus dan kondisi masyarakat akhir-akhir ini. PMII sebagai organisasi kemahasiswaaan terpanggil melakukan kerja-kerja kongkrit secara khusus menjadi benteng radikalisme di lingkungan kampus dan menangkal berita hoax di tengah masyarakat.” kata Mahmudin usai deklarasi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PB PMII 2008-2010 Rodli Kaelani, menegaskan bahwa deklarasi antiradikalisme dan hoax ini sangat penting dilakukan oleh kalangan mahasiswa sebagai bentuk komitmen mahasiswa terhadap pencegahan bahaya radikalisme terutama menjelang pemilu 2019. Dengan demikian, perkembangan paham radikal dapat diminimalisir atau bahkan ditangkal.

Baca Juga:  PMII Bandar Lampung ajak Masyarakat hindari gunakan Kantong Plastik

“Ini merupakan bentuk komitmen kader-kader muda intelektual Nahdlatul Ulama untuk mendukung pemerintah mencegah bahaya radikalisme dan hoax terutama menjelang Pemilihan Umum 17 April mendatang,” tandasnya.

Usai deklarasi, ada empat poin yang disepakati dalam deklarasi tersebut. Berikut isi empat poin deklarasi kampus anti radikalisme :

1. PMII berpegang teguh pada Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan semangat Bineka Tunggal Ika.

2. PMII bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, dengan menjunjung tinggi kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa yang berwawasan nusantara.

3. PMII mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme, terorisme, dan kasus-kasu intoleransi demi menjaga Keutuhan NKRI.

4. PMII menghimbau kepada semua warga bangsa agar bersama-sama dan bersatu padu untuk berperan aktif menangkal penyebaran berita hoax, money politic (politik uang) dan politisasi atas nama agama. [Red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *