By | 19 Agustus 2018

patron.id – Serang, Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Kelompok 30 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten bekerja sama dengan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Provinsi Banten menggelar sosialisasi tentang uang palsu kepada warga Saung Ilir Desa Talaga Kecamatan Mancak Kabupaten Serang, Minggu (19/8/2018), di Majelis Saung Ilir.

Ketua GenBI Banten, Deni Legawa mengatakan pengenalan uang palsu dilakukan dalam rangka mengantisipasi keresahan warga terhadap beredarnya uang palsu di Masyarakat. “Mahasiswa Kukerta Kelompok 30 UIN SMH Banten ini cukup bagus sudah punya inisiatif melakukan sosialisasi uang palsu untuk mengantisipasi beredarnya uang palsu di lingkungan masyarakat,” ujar Deni, saat ditemui di lokasi acara.

Cara membedakan uang palsu, ia mengungkapkan masyarakat bisa melakukan dengan cara 3 tahap, yaitu dilihat, diraba dan diterawang. Ketika dilihat, kata Deni, uang asli terdapat logo Bank Indonesia di prisai, warnanya uangnya yang pink pudar. Kemudian diraba, terasa kasar di bagian muka pahlawan dan nominal. Dan ketika diterawang, uang asli akan ada gambar pahlawan.

Baca Juga:  Diklat Pertama PPT IMIKI UMT Cetak Kader Kreatif dan Berkarakter

Pengenalan uang palsu bertema Cikur (ciri-ciri uang palsu) ini sangat antuasias diikuti masyarakat Saung Ilir yang didominasi kaum ibu-ibu. “Mereka (ibu-ibu) kadang terkecoh mana uang asli aman uang palsu ketika hendak menggunakan uangnya saat belanja,” terang Deni, yang mengaku masih berstatus mahasiswa jurusan ekonomi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Oleh karena itu Deni berharap melalui sosialisasi ini masyarakat, khususnya warga Saung Ilir, bisa mencegah beredarnya uang palsu.

Sementara itu Ketua Kelompok 30 Kukerta UIN SMH Banten, Revi Setiawan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan GenBI Banten yang mau bekerjasama terkait pengenalan uang palsu bagi warga yang merupakan tempat Kukertanya.

“Kegiatan sosialisasi ini sengaja dilakukan agar masyarakat tahu ciri-ciri uang palsu dan dapat membantu dalam menjalankan aktivitas sehari-hari khususnya saat kegiatan jual beli di masyarakat,” ujar Revi Setiawan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *