By | 29 Februari 2020

patron.id – Tangerang, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan musyawarah kerja (Musker ) I di Islamic Center Tangerang, pada Sabtu, (29/02/2020),

Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Penghimpunan Potensi Zakat, Infaq dan Shadaqoh Warga Nahdliyyin Kabupaten Tangerang” dan dibuka langsung oleh Ketua PC NU Kabupaten Tangerang K.H. Encep Subandi, serta dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PKB, Moch.Rano Alfath, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Usman Abdul Gani, serta Banom NU dan Lembaga-lembaga PCNU Kabupaten Tangerang.

Ketua LAZISNU Kabupaten Tangerang Yunihar mengatakan bahwa, kegiatan Musyawarah Kerja (Musker) I Pengurus Cabang Lazisnu Kabupaten Tangerang, sangatlah pLazisnu pasalnya untuk merumuskan mengenai 2 program Prioritas yaitu pendidikan dan ekonomi.

“Pertama porgram pendidikan kami akan memberikan beasiswa kepada mahasiwa-mahasiwa Nahdliyin, memberikan bantuan pada siswa tidak mampu atau anak yatim di kalangan Nahdliyin, program ke dua yaitu ekonomi seperti ekonomi kreatif. dan program lainnya yaitu koin muktamar. Lazisnu telah diberi amanat oleh PB NU untuk mengumpulkan koin muktamar bersama warga nahdiyin,” ungkapnya dalam sambutannya

Baca Juga:  Sambut New Normal PW GP Ansor Banten Ziarah Keliling

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Yasrul Marjulyadin mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada panitia dan semua tamu undangan yang menyempatkan untuk hadir di acara Musyawarah Kerja (Musker) I Lazisnu Kabupaten Tangerang.

“Kita selaku Nahdliyin harus selalu ada ketika NU memanggil, kita semua boleh punya prioritas tapi untuk NU harus totalitas kegiatan Lazis,” tandasnya

Masih di tempat yang sama Ketua PC NU Kabupaten Tangerang, Kiyai H Encep Subandi menambahkan, akan memperkuat agama dengan budaya, selama budaya tidak bertentangan dengan agama. bergerak menggunakan koin muktamar, setelah selesai muktamar, uang koin muktamar di audit di dianggarkan untuk dhuafa.

“NU harus dihidupkan oleh warga NU dan dibesarkan oleh warga NU. dengan adanya LAZISNU menjadi kendaraan untuk menjembatani warga NU untuk memperkuat perekonomian NU,” ujarnya

Lebih lanjut ia mengatakan, Bergeraknya LAZISNU bukan hanya koin muktamar, tapi harus terus berjalan. terutama bagaimana caranya NU harus bisa berbagi dengan ulama, dhuafa, dan yatim.

“Yang terpenting jangan sampe dhuafa akidah, dan dhuafa.”pungkasnya[Red/Baihaki]

Bagikan: