By | 22 Agustus 2020

patron.idPandeglang, Keluarga Mahasiswa Pandeglang (Kumandang) Provinsi Banten bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Pandeglang dorong Pilkada Pandeglang yang berintegritas dan transparan, dalam mensukseskan pilkada Pandeglang.

Hal itu diungkapkan Karsono Bawaslu Kabupaten Pandeglang dalam kegiatan pelantikan, dialog publik dan rapat kerja kumandang Banten, yang digelar pada Sabtu (22/8/2020).

“Bawaslu mendorong peran serta semua pihak untuk sama sama mengawasi tahapan Pemilihan Bupati, Wakil Bupati Kabupaten Pandeglang, peran serta semua pihak dalam mewujudkan pengawasan partisipatif sangat dibutuhkan oleh Bawaslu dalam rangka mewujudkan pemilihan yang berkualitas,” Ungkap Karsono

“Kumandang sebagai bagian dari elemen Masyarakat dari kelompok intelektual muda, punya tanggung jawab bersama dengan penyelenggara pemilihan khususnya Bawaslu untuk sama sama mengawasi tahapan Proses pemilihan yang dilaksanakan, karena kalau semua elemen masyarakat mengawasi maka potensi pelanggaran dan kecurangan dapat diminimalisir.” Imbuhnya lebih lanjut

Senada diungkapkan Ahmad Suja’i Ketua KPU Kabupaten Pandenglang ia berharap partisipasi aktif kumandang

Baca Juga:  Bantuan Kuota Internet, Penyerahan Nomor Telepon Siswa Diperpanjang

“Pertama, harapan saya kumandang Banten harus berpartisipasi aktif, bukannya hanya sekedar datang ke TPS tetapi ikut aktif mengawal berkaitan dengan pelaksanaan tahapan misalkan dengan cara mengedukasi secara formal maupun informal setidaknya memberikan informasi yang berkaitan dengan pentingnya datang ke TPS untuk memberikan hak pilih.” Ungkap Suja’i

Bahkan lebih lanjut Suja’i berharap kumandang juga menjadi bagian dari penyelenggara pada pilkada Kabupaten Pandeglang.

“Kedua, harapan saya kalau memenuhi syarat kumandang banten bisa terlibat langsung menjadi bagian penyelenggaranya, karena di hari H nanti kami juga akan merekrut SDM di tingkat TPS jumlahnya kan cukup banyak per tps 7 orang, kalau misalnya sudah memenuhi syaratkan tidak ada salahnya, yang terpenting bukan anggota atau pengurus parpol, bukan bagian dari Timses atau tim kampanye,  karena berpartisipasi itu salah satunya bisa terlibat langsung di penyelenggarananya.”Tutupnya [Red/Iskandar]

Bagikan: