By | 11 Desember 2018

patron.id – Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) periode 2018-2019 diminta fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang communication skill dalam rangka menghadapi revolusi industri 4.0.

Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh Ketua Umum IMIKI Mahbub Ubaedi Alwi di forum audiensi bersama Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Selasa (11/12).

“Kami ingin ikut serta dalam rangka mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, sebagaimana kami juga ingin menjadi bagian dari problem solver yang berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi negara, khususnya di bidang komunikasi.” ujarnya.

Tidak cukup di situ, ia juga meyampaikan keprihatinannya terhadap ruang publik yang saat ini terlihat semakin keruh dengan adanya berbagai persoalan sosial. Dikatakan Ubay, panggilan akrabnya, persoalan sosial yang semakin keruh diantaranya berita hoax, ujaran kebencian serta propaganda psimistif yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hoax, ujaran kebencian, propaganda psimistis dan keresahan, tayangan tidak mendidik cukup banyak mengisi ruang publik di media kita,’’ katanya.

Jika hal ini dibiarkan maka menurutnya dapat berakibat pada disintegrasi bangsa dan ketidak percayaan diri masyarakat dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju dan berdaulat. Karena ia menilai Indonesia punya potensi besar untuk bisa menjadi negara maju.

Sebanyak 150 kampus yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia telah bergabung di IMIKI. Oleh karena iru, ia berharap IMIKI bisa melakukan kerjasama dengan berbagai unsur, salah satunya dengan Kepala Staff Kepresidenan dalam melakukan berbagai kegiatan yang berorientasi untuk membangun ruang publik yang sehat dan membangun optimisme menyambut masa depanbangsa. “Kami ingin membangun masyarakat yang literate, melek informasi dan melek media sehingga mereka dapat membedakan berita hoax dan bukan.”katanya.

Baca Juga:  Menyoal Kebohongan Ratna Sarumpaet, Gemasaba Ajak Generasi Milenial Bijak Bermedsos

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staff Kepresidenan Moeldoko menyampaikan terima kasihnya kepada IMIKI sebagai perwakilan organisasi mahasiswa serta sebagai generasi muda yang mempunyai kesadaran dan semangat untuk menghadapi arus informasi, baik berita hoax maupun berita tidak mendidik.

“Berita-berita tersebut membawa sebagian dari masyarakat pesimis terhadap masa depan. Padahal, yang dibutuhkan sekarang ini adalah informasi-informasi yang membangkitkan optimisme kita sebagai bangsa yang besar.” kata Moeldoko.

Bahkan ia menyambut baik jika IMIKI bisa menjalin kerjasama dengan Kantor Staff Kepresidenan di bidang komunikasi.”Kolaborasi tidak sekadar pandai berkomunikasi, akan tetapi dituntut untuk bisa menyampaikan informasi yang benar yang didukung oleh fakta yang terjadi dilapangan,” ungkap mantan Panglima Kodam III Siliwangi tersebut.

Sementara itu Wandy N. Tutoroong, Tenaga Ahli Utama Kantor Staff Presiden dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan, “Saya melihat sekilas isu-isu strategis dari IMKI bisa dikolaborasikan dengan KSP. Isu hoaks harus ditangani bersama untuk membangun ruang publik yang sehat. Sering kali ruang publik dibanjiri informasi hoaks, sehingga ruang publik menjadi keruh.”

Di era digital ini, mesin menjadi instrumen utama dalam mengisi ruang publik. Akibatnya, ruang publik keruh dan kampanye hitam, yang berujung terciptanya kesan bahwa suasana berada dalam keadaan kritis. “Tidak jarang politik dan kampanye ketakutan dilakukan oleh konsultan media dan perusahaan besar, untuk memunculkan perasaan krisis dan ketakutan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Wandy.

Dari forum audiensiini kedua lembaga tersebut membangun komitmen untuk bisa melakukan kegiatan yang dapat mengisi ruang publik yang sehat dan mulai mengkampanyekan satu hal positif dengan Tagline Indonesia bicara baik, dan bijak berkomunikasi. [red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *