By | 21 Mei 2019

patron.id – Serang, Saat tiba di bengkel kita pasti mengeluhkan tentang keadaan motor. Mulai dari performa, sampai ada suara menggelitik pada mesin, semua akan dibicarakan.

Analisa soal itu pasti akan disampaikan secara detail dan jelas dari montir. Namun, jika si montir tidak terlalu terbuka akan hal ini, pemilik perlu waspada.

Pengalaman itu dirasakan wartawan di Kota Serang, Putra (28) saat ia servis motor miliknya di PT Kemakmuran Jaya Mandiri Cabang Ciceri, Jl. Jenderal Sudirman No. 11 Ciceri, Kota Serang.

“Ya saya heran aja, tiap kali servis motor pasti montirnya bilang V-belt harus diganti. Saya itu baru ganti (V-belt) sebulan lalu, pas ganti masih bagus kok ga ada retak. Lah ini disuruh ganti lagi,” kata Putra, Senin (20/5/2019).

Aktivitas bengkel nakal, kata Putra, biasanya dimulai dari kelakuan montir yang coba cari celah untung lebih.

Baca Juga:  Tak Cukup Menampung, Nelayan Minta Pantai Gope Diperluas

“Kita boleh curiga untuk hal itu, apalagi jika penggantian suku cadang terasa tidak berkaitan dengan keluhan kerusakan motor. Kalau mau ngejar jual suku cadang gak gitu caranya,” sambung dia.

Putra menyayangkan dealer sebesar Honda, tidak melayani secara profesional konsumennya.

“Ya janganlah bilang ini itu harus diganti. Kalau menawarkan tawarkan aja, jangan bilang harus diganti. Memang tuh montir buka-buka boks V-belt kita. Kan itu enggak dikeluhkan,” tuturnya.

Sementara itu, Eka kepala mekanik PT Kemakmuran Jaya Mandiri Cabang Ciceri menjelaskan menawarkan ganti suku cadang itu karena beberapa faktor.

“Itu biasanya faktor keretakan ya, terus sama jarak tempuhnya,” kata Eka saat dikonfirmasi di lokasi.

Ia mengatakan pengecekan tersebut terserah konsumennya mau diganti atau tidak. Montir hanya sekedar mengecek, karena semua ada batas kehausannya.

“(Penggantian V-belt ter) maksimal 24 kilometer atau 6 bulan sekali,” jelas Eka. [Red/Vredo Adisyah]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *