By | 5 April 2019

patron.id – Serang, Eksekutif Komite Kawan Survei Mahasiswa (KSM), mengklarifikasi terkait kepemilikan kuisioner online Posesif yang tersebar di media sosial, pasca kegiatan posesif pada (27/3/2019) yang diselenggarakan oleh BEM FISIP Untirta di PKM B, yang menimbulkan polemik.

Kuisioner tersebut murni dibuat untuk keperluan riset kami dengan Tujuannya untuk mengukur persepsi mahasiswa FISIP terkait kegiatan Posesif yang hanya mengundang satu calon rektor, Tidak ada tujuan untuk menyudutkan BEM FISIP, apalagi memicu polemik,” ungkap Nukman Paluti Eksekutif Komite (ExCo KSM), Kamis, di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, (4/4/2019).

Nukman menegaskan bahwa survey tersebut dibuat atas dasar polemik yang berkembang, Terkait fatah sulaiman yang memiliki kapasitas Tamu undangan, diposisikan sebagai calon rektor (Calrek),

Baca Juga:  KKM 76 Unsera Adakan Workshop Limbah Kayu

“BEM FISIP sudah mengklarifikasi jika mereka salah diawal, seharusnya pak Fatah hadir sebagai wakil rektor atau anggota senat. Namun, karena pamflet yang terlanjur disebar berisikan sebaliknya, itulah yang memicu polemik. Kami melihat adanya indikasi keberpihakan dari sana,” Tegasnya

Ia menambahkan terkait kelembagaan KSM itu Sendiri

“KSM adalah lembaga survey kampus yang belum memiliki legalitas atau payung hukum. Masih dalam proses mendapatkan legalitas, salah satu caranya dengan membuat kegiatan survey dan KSM telah melakukan kegiatan tersebut sejak Pemilu raya (pemira) Tahun lalu, dengan membagikan selebaran kuisioner secara manual.” Pungkasnya [Red/Cj-Siti M/Editor/Imam]

Untuk diketahui : Berita ini dibuat untuk melengkapi jawaban UTS teknik reportase dan wawancara, kiriman Siti Maemunah, NIM 6662170034

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *