By | 21 Agustus 2019

patron.id – Serang, Kuliah Kerja Nyata kelompok 33 UIN SMH Banten di Desa Banyubiru Kecamatan Labuan, telah melaksanakan kegiatan Desa Bersih Dari Sampah di Aula Kantor desa. Kegiatan tersebut membesut tema Tumbuh Subur Hutan Jaga Terus Lingkungan, Rabu (21/8/19).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari. Dihari pertama adanya sosialisasi inovasi sampah daur ulang oleh founder rehabilitasi teluk oleh Subhi Rifa’i dan sosialisasi cara penanaman bibit porang oleh H. A. Sudrajat sebagai kelompok tani hutan Desa Banyubiru.

“Esok hari kita akan bergerak mengambili sampah bersama masyrakat untuk membersihkan sampah yang ada di kali dan titik-titik yang sudah kita analisis. Selepas pembersihan sampah dititik-titik yang akan kita bersihkan, kita akan melaksanakan reboisasi hutan dan penanaman bibit pohon dan buah,” Hidayat, Ketua pelaksana kegiatan.

Subhi mengatakan masih banyak dari masyarakat yang kurang sadar bahwa sampah dapat didaur ulang yang akan menambah nilai perekonomian. Selain itu, Subhi pun mengajak masyarakat untuk membuat daur ulang sampah lainnya yang bisa dimanfaatkan seperti membuat sabun, juga pelet ikan.

Baca Juga:  GAMSUT Angkat Bicara Terkait Penyaluran Bantuan Covid-19 Tidak Transparan

kita bisa membuat pelet ikan lewat sampah rumahan, dengan sisa bekas makanan yang dicampur dengan dedak dan beberapa proses pembuatan akan menghasilkan pelet yang bisa digunakan untuk pakan ikan, selain pakan ikan saya pun akan mengajak masyarakat untuk membuat sabun dari minyak jelantah yaitu minyak bekas menggoren ikan asin dan biasanya sudah tidak bisa digunakan lagi atau terbuang sia-sia,” jelas Founder rehabilitasi teluk tersebut.

Selanjutnya, Subhi juga mempraktikan pembuatan pakan ikan lewat sampah rumahan, dengan campuran sisa makanan dan tulang-tulang ikan yang dicampur dedak dengan cara digiling dan di oven.

Ustad Asik yang merupakan masyarakat setempat mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat berterimakasih atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.

“Saya sangat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam pembuatan pakan ikan atau biasa disebut pelet, karena kebetulan sekali saya punya kolam lele di rumah,” pungkasnya. [Red/Aldimadagi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *