By | 29 November 2018

patron.id – Pandeglang, Ribuan masyarakat Pandeglang di Kecamatan Panimbang telihat begitu antusias menghadiri Istighosah dan tablig akbar yang diselenggarakan oleh pengurus Pondok Pesantren Salafiyyah Darul Bayan, Gembong, Panimbang, Pandeglang, Kamis (29/11), di halaman ponpes tersebut. Acara ini digelar dalam rangka memperingati maulid nabi Muhammad SAW bertajuk “Dengan Memperingati Nabi Muhammad SAW, Kita Tingkatkan Peran Santri yang Berakhlakul Karimah”.

KH.Manarul Hidayat penceramah memaparkan bahwa perayaan peringatan mualid nabi perlu dilakukan para kiai untuk menerangkan kepada umat tentang pentingnya islam rahmatan lilalamin, pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu dikatakan KH.Manarul agar agama dan Negara bisa berjalan secara beriringan.

“Biar pun presidennya dianggap kafir tetep harus didoakan, selama presiden tidak melarang kita untuk sholat, ngaji dan lainnya.” ujarnya di hadapan ribuan jama’ah yang hadir.

Merayakan maulid nabi menurut KH.Manarul banyak manfaatnya, salah satunya yaitu bisa mendekatkan jarak antara kiyai dengan umatnya sehingga mampu memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah.

“Makanya maulid, tahlilan, sering dianggap haram bidah bagi umat wahabi,” ungkapnya.

Mengutip dari pernyataan Alm. Gus Dur, ulama sekaligus mantan Presiden RI ke-4, KH.Manarul mengatakan warna boleh berbeda tapi isinya sama. Warna itu adalah maulid, isra miraj, muharomah.

Baca Juga:  Antusiasme Peserta Ikuti Banten Creative Festifal 2018

“Gara-gara maulid ada ngaji qur’an,
Gara-gara maulid ada sholawatan, Gara-gara maulid ada yang dengerin ceramah, Gara-gara mualid ada yang sedekah, Gara-gara maulid ada do’a, Ini mualid yang mana yang tidak sesuai ajaran nabi?” katanya.

Oleh karena itu ia menghimbau agar masyarakat nadhaltul ulama (NU) harus kompak mendukung para pemimpin NU dalam memimpin negara. Karena ia menilai negara akan semakin aman jika dipimpin oleh warga NU.

“Kalau NU yang memimpin, NKRI utuh, Pancasila utuh, dan maulidan, tahlilan, ziarah akan mantep. Nah kalau wahabi yang memimpin, makam Sultan Hasanuddin akan digusur,” tegasnya.

Ia mengatakan tanpa jasa Sultan Hasanuddin, islam tidak akan sampai berada di Banten. Peran penting lainya dalam penyebaran agama islam di Banten yaitu Syekh Mansyurudin.

“Tanpa Mbah saya Syekh Mansyurudin, belum tentu islam ada di sini (Panimbang, Pandeglang). Jangan lupakan sejarah,” pangkasnya.

Turut hadir dalam Kesempatan tersebut KH.Zamzami Yusuf pengasuh ponpes Salafiyyah Darul Bayan, Ketua MUI Kab Pandeglang KH.Hamdi Ma’ani, Muspika Kecamatan Panimbang, Ketua PAC Ansor Panimbang Ajid, PAC Ansor Sobang, kades Mekarjaya, Serta Ulama se-Pandeglang Selatan.[red/Imam]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *