By | 4 Mei 2019

patron.id – Serang, Menindak lanjuti kasus tindak asusila seorang guru ngaji terhadap muridnya yang terjadi pada 28 April 2019 lalu, yang menyebabkan korban MN mengalami trauma berat. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten akan segera lakukan pelayanan psikologis dan pendampingan hukum.

Uut Lutfi Ketua LPA Provinsi Banten, mengatakan, LPA telah berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan saat ini MN sedang ditangani oleh P2TP2A Kabupaten Serang,

“Saat ini korban sedang ditangani oleh P2TP2A Kabupaten Serang dan saya (LPA Provinsi-Red) sudah berkoordinasi dengan pihak P2TP2A Kabupaten Serang,” ujarnya kepada patron.id, saat dijumpai di kawasan KP3B, Sabtu (4/5/2019)

Uut Juga menambahkan, jika pelaku terduga pencabulan merupakan seorang Ustadz, ia berharap Kepolisian dapat menerapkan pasal yang berlaku sesuai dengan undang-undang perlindungan anak,

Baca Juga:  Penolakan Dzurriyat Sultan Maulana Yusuf terhadap Deklarasi #2019GantiPresiden

“Kalau memang yang patut diduga pelakunya adalah Ustadz, saya berharap pihak kepolisian menerapkan pasal 81 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tambahnya.

Kendati demikian, Ketua LPA Provinsi Banten juga mengungkapkan ancaman hukuman yang bisa diberikan kepada pelaku tindak susila dengan status seorang pendidik, pasal tersebut dinilai lebih berat,

“Ancaman pidana lebih berat, minimal 10 Tahun, maksimal 20 Tahun, bahkan bisa dikenai hukuman mati atau bahkan bisa dikebiri,” tutup Uut. [Red/Setiadiwangsa]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *