By | 6 Agustus 2019

patron.id – Pandeglang, Kuliah Kerja nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin (UIN SMH) Banten Kelompok 33 bersama dengan Pusat Konseling Fakultas Dakwah melaksanakan kegiatan pelatihan tanggap bencana dan trauma healing pasca bencana tingkat Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) di Auditorium Syekh Asnawi SMKN III, Selasa (06/08/19).

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa narasumber, yaitu Agus Sukirno Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam UIN SMH, Peni Ketua Tim Pusat Konseling, Imatul Khoirot Anggota Tim Pusat Konseling dan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Comunity Of Conselor (C.O.C).

Dalam sambutannya Agus Sukirno mengungkapkan turut berbela sungkawa untuk warga Banten yang menjadi korban langsung maupun tidak langsung, pada musibah bencana alam tsunami yang sempat melanda Pandeglang pada beberapa bulan lalu.

“Dalam hal ini kita perlu menyikapi dengan secara mendalam terkait pasca musibah bencana alam, dengan menambah wawasan yang sangat mendalam agar memperkecil angka korban langsung maupun tidak langsung pada musibah bencana alam,” ungkapnya.

“Kami hadir atas keresahan masyarakat pesisir pantai yang harus menyikapi betul musibah bencana alam, dalam kegiatan ini kami akan melaksanakan pelatihan tanggap bencana agar lebih mengerti jauh bagaimana penyelamatan pertama saat musibah bencana alam melanda dan trauma healing untuk penyelamatan pasca bencana,” lanjutnya

Baca Juga:  Mahasiswa Unbaja Jelaskan Mengapa Harus Pilih Alvi-Najdi

Sementara itu Muhamad Dimas Ketua Pelaksana kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan siswa dan siswi dilingkungan Labuan.

“Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan siswa siswi yang bersekolah disekitar Kecamatan Labuan, diantaranya SMKN 3 Pandeglang, SMAN 3 Pandeglang, SMK PGRI Labuan, MA Masyariful Anwar Caringin, berjumlah 100 peserta yang mengikuti kegiatan,” kata Dimas

Masih dalam forum yang sama, Wahyu wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMKN 3 Pandeglang memberikan ucapan terimakasih atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.

“Terimakasih karena siswa dan siswi bisa menambah wawasan lebih banyak lagi, terimakasih kepada seluruh peserta yang telah hadir,” katanya.

Ia berharap, pada kegiatan tersebut para Siswa-Siswi bisa menularkan ilmu yang didapat pada saat menghadapi bencana alam dan sesudah menghadapi bencana alam.

“Karena bencana alam tidak hanya merenggut raga tetapi kejiwaan pula, maka sering disebut korban langsung untuk yang terkena bencana biasanya merenggut jiwa, raga dan korban tidak langsung untuk yang tidak terkena bencana biasanya merenggut kejiwaannya saja, maka perlu sekali pertolongan pertama dan pertolongan tindak lanjut untuk menyikapi musibah bencana alam,” harapnya.

“Saya harap banten bisa pulih kembali dan tetap kuat dalam menjalani apa yang sudah terjadi sebelumnya,” pungkasnya.[Red/Aldimadagi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *