By | 14 April 2020

Patron.id – Pandeglang, Di tengah merebaknya pandemi yang melanda dunia, termasuk Indonesia tak menyurutkan niat belajar insan tanah air. Salah satunya seperti Gusdurian Pandeglang yang menggelar kajian buku dari buah pemikiran Gus Dur.

Buku yang bertajuk “Islamku, Islam Anda, Islam Kita” mereka lakukan lewat perangkat lunak ponsel pintar dan disiarkan langsung di laman Facebook Gusdurian Pandeglang.

Meski sempat mengalami kendala teknis akibat jaringan koneksi, diskusi tersebut diikuti dengan sangat antusias oleh para peserta.

Shofie Azzaki, pemantik pada kajian buku karangan Gus Dur ini menuturkan banyak ideasional yang ditawarkan oleh ‘bapak pluralisme‘ dalam menyikapi berbagai persoalan yang dihadapi umat muslim di Indonesia. Termasuk bagaimana seorang muslim menjadi umat yang memandang Islam bukan hanya subjektif, tetapi juga secara objektif.

“Gus Dur melihat setiap permasalahan lewat berbagai sisi perspektif, bukan hanya satu perspektif,” tuturnya di sela-sela diskusi, pada Selasa, (14/4/2020).

Langkah-langkah Gus Dur seringkali tidak sepenuhnya dapat dipahami, bahkan oleh Nahdliyyin sekalipun.

Baca Juga:  KBNU Desak Pemkot Tuntaskan Pelimpahan Aset Pemkab

Pada kegiatan yang digelar pada pukul 13:00 sampai dengan 15:30 WIB siang tadi berlangsung interaktif, tak sedikit pula peserta yang bertanya.

Pemantik akrab disapa ‘Ayah Gus Dur’ tersebut menanggapi dengan pemahaman yang menggabungkan ide-ide Pluralisme Gus Dur dan kaidah-kaidah ushul yang relevan dengan kondisi saat ini.

Formalisasi islam, diskriminasi yang mengatasnamakan agama, dan paham kebenaran tunggal adalah berbagai wacana yang tidak diamini oleh Gus Dur. Karena baginya, islam itu tidak satu, melainkan multitafsir.

Pada sesi akhir, Gus Shoffie sapaan akrab pemantik menegaskan untuk meniru kebiasaan Gus Dur dalam membaca. Agar kelak, dapat membaca bangsa Indonesia dari berbagai sisi dan perspektif. Seperti apa yang telah dilakukan oleh sang Guru Bangsa. Bagaimana seorang Gus Dur acapkali melakukan pembelaan dengan tidak melihat perbedaan suku, etnis, posisi sosial, bahkan agama yang seringkali membuat jatuh ‘imagenya’ sendiri.

“Tuhan itu menciptakan 4 takdir yang tak bisa ditebak. Kematian, rezeki, jodoh, dan Gus Dur,” Pungkasnya[Red/Baihaki]

Bagikan: