By | 2 Agustus 2018

patron.id – Serang, Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi Sosial (LP3ES) menggelar pelatihan pencegahan dan resolusi sosial implementasi early warning system (sistem peringatan dini) Kamis (2/8), di Hotel Jayakarta, Anyer, Serang. Pelatihan tersebut dilakukan dalam rangka membangun demokrasi tanpa kekerasan bagi kalangan pemuda. Maka dari 20 peserta yang hadir mayoritas dari kalangan mahasiswa.

Kepala Program LP3ES Gunawan mengungkapkan pelatihan terkait konflik sosial ini dilakukan lantaran masih banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). “Kita prihatin banyak sekali kasus kekerasan yang terjadi menjelang pilkada,”ujarnya, saat ditemui disela-sela cara.

Oleh karenanya, lanjut Gunawan, pelatihan ini juga bisa dilakukan untuk mempersiapkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, dengan sasaran lokasi yaitu Papua, Makasar dan Jakarta. “Alasan mengambil tiga lokasi tersebut karena berdasarkan indikasi selama ini di daerah itu banyak terjadi konflik yang melibatkan pemuda,” ungkapnya.

Output dari program pelatihan yang bekerja sama dengan UNDEF (The United Nations Democracy Fund ini adalah early warning system atau sistem peringatan dini tentang konflik. “Sebelum konflik terjadi itu sudah diketahui melalui indikator-indikator terjadinya konflik, misalnya pada tahun ini akan adanya pilres 2019 maka kita punya seperangkat indikator yang bisa mendeteksi ini ada konflik atau tidak,” tutur Gunawan.

Ia mengungkapkan inovatif dari sistem peringatan dini ini adalah menggunakan aplikasi berbasis android. Para relawan bisa memantau di lapangan ketika terjadi sesuatu dan mereka akan memasukan informasi lewat aplikasi tersebut. “Setelah memasukan data informasi, aplikasi itu akan merespon melalui lampu. Ada warna hijau, kuning dan merah. Sehingga ketika itu terjadi maka relawan akan melaporkan ke pusat informasi di tiga titik tersebut, yaitu Jakarta, Makasar dan Papua,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Gunawan, informasi dari relawan di lapangan juga akan disebar ke kepolisian, kejaksaan dan pihak-pihak tertentu. Sehingga pihak tersebut bisa melakukan sesuatu sebelum konflik itu terjadi. “Di dalam aplikasi ini juga bisa memberikan saran pada saat indikator-indikator yang masuk. Ini sedang kita bangun,” katanya.

Baca Juga:  Massa Aksi: 13 Tahun Kota Serang Semakin Kendor

Perlu dikerahui, pada pelatihan kali ini terdapat praktek riset terkait konflik sosial. Tepatnya di pondok pesantren yang berada ada di daerah Padarincang, Kabupaten Serang. Oleh karena itu LP3ES memilih lokasi pelatihan di Anyer lantaran tidak jauh dari lokasi praktek.

“Para peserta pelatihan ini akan diajak langsung belajar dengan masyarakat yang pernah berkonflik tapi masyarakat itu mampu untuk melakukan resolusi konflik tanpa terjadi kekerasan. Dulu di sana ada konflik antara perusahaan air dengan masyarakat. Mereka akan belajar bagaimana me-manage konflik itu sampai dimenangkan oleh masyarakat, tanpa menimbulkan korban. Itu yang terpenting. Karena pencegahan konflik kan memang menghindari kekerasan fisik, apalagi sampai menelan korban itu sangat dihindari,” ujar Gunawan.

Jika pelatihan ini selesai, kata Gunawan, pihaknya akan berupaya menseminarsi atau memberikan usulan kepada pemerintah atau kepada lembaga-lembaga yang berkepentingan untuk mengunakan metode tersebut.

Sementara itu, salah satu peserta mengungkapkan pelatihan ini beda dari biasanya karena pelatihan sebelumnya lebih banyak pembekalam materi. “Dari tiga kali pelatihan yang saya ikuti, baru kali ini ada prakteknya,” ujar Azka Dwi Asa.

Selain itu, Azka mengatakan dirinya sudah terbiasa memasuki wilayah konflik karena sebelumnya ia pernah melakukan riset dengan tema yang sama, yaitu konflik sosial. “Gemeteran sih ga, karna udah koordinasi sama pihak terkait. Kecuali dadakan. Sebelumnya udah pernah riset tentang konflik, tapi ga kaya sekarang harus ini itu, ini ilmu baru yang saya dapat,” ungkap mahasiswa UIN Jakarta ini.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *