By | 15 Maret 2020

Oleh : M. Ilham Gilang, M.Pd

Seperti yang diketahui bersama bahwa, Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah yang terdampak virus corona Covid-19 dari kasus yang terkonfirmasi positif per Minggu (15/3/2020) pukul 08.00 WIB.

Infeksi yang menyerang sistem pernafasan yang disebabkan oleh virus covid-19 ini mengakibatkan penderitanya mengalami sesak nafas, pneumonia akut hingga kematian.

Hal ini menyebabkan harus ada langkah dan solusi agar dampaknya tidak menghentikan aktivitas keseharian masyarakat.

Pemerintah Provinsi Banten telah bergerak cepat dengan menerbitkan regulasi pendukung untuk Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di Provinsi Banten, yakni: Kesatu, Press Release Nomor : 488/109-Kominfo/III/2020 Tentang Banten Tetapkan KLB Virus Corona (Covid-19), yang di tandatangai oleh Drs. H. Amal Herawan B, MM, M.Pd selaku Kepala Bidang Aplikasi, Informatika, Dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Provinsi Banten, tertanggal 14 Maret 2020.

Kedua, Keputusan Gubernur Banten No. 443/Kep.114-Huk/2020 yang menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona atau Covid-19 di wilayah Provinsi Banten, tertanggal 14 Maret 2020

Ketiga, Instruksi Gubernur Banten Nomor : 1 Tahun 2020 tertanggal 14 Maret 2020.

Keempat, Surat Dindik Provinsi Banten No. 420/0930-Dindikbud/2020 perihal Antisipasi Penyebaran Virus Corona yang ditujukan kepada Kepala SMA/SMK/SKh Negeri dan Swasta Se-Provinsi Banten.

Kita harus mengapresiasi bahwa Pemerintah Provinsi Banten telah baik merespons dampak Covid-19, Akan tetapi kesigapan pemerintah Provinsi Banten ini harus utuh diterjemahkan oleh Guru, Orang tua, Siswa-siswi dan Masyarakat umum.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19 Anggota DPRD FPKB Kuningan Menilai Perlu Ada Tindak Lanjut

Khusus bagi para insan pendidikan yang perlu dipahami ialah; Pertama, Kejadian Luar Biasa (KLB) bukan lock down, jadi proses pembelajaran harus tetap berlangsung melalui pendekatan e-learning, Maka orang tua dan para siswa harus tetap mengikuti proses pembelajaran melalui dalam jaringan (daring) atau internet.

Dan khusus untuk siswa kelas XII tetap mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional Basis Komputer (UNBK) pada 16-18 Maret untuk SMK dan tanggal 30-31 Maret 2020 untuk SMA.

Kedua, memaksimalkan aplikasi e-learning, seperti Edmodo, Google Classroom, group FB, gruop WA, dsb. Guru dan para siswa harus berkomitmen menggunakan aplikasi e-learning agar seluruh materi pembelajaran tidak terhenti.

Ketiga, Guru dan Tenaga Kependidikan atau staff tetap meninggikan Profesionalisme yaitu, Guru mempersiapkan bahan pembelajaran dari offline ke online, dan staff tetap bekerja masuk ke Sekolah untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan UNBK di tanggal 16-18 Maret untuk SMK dan tanggal 30-31 Maret 2020 untuk SMA.

Saya berpendapat kita harus ikut berpartisipasi membantu penanganan dan pencegahan Covid-19 dengan tetap berkomitmen pada kinerja.

Aktivitas pembelajaran dan bisnis proses di persekolahan harus tetap berjalan. Kita dapat menjadikan ini sebagai Jihad Pendidikan Melawan Covid-19.

Penulis : M. Ilham Gilang, M.Pd
Dosen Untirta/Pegiat Pendidikan.

Bagaimana tanggapan Anda Kerabat patron yang budiman ?

Bagikan: