By | 14 Agustus 2020

patron.id – Serang, sebanyak 200 guru tingkat SD dan SMP yang tersebar di Kota Serang mengikuti rapid tes yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Serang, di kantor Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB), Jl. Raya Petir Km 04 Kelurahan Cipocok Jaya Kecamatan Cipocok Jaya, pada Jum’at (14/8/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Serang Wasis Dewanto mengatakan, sebanyak 200 orang baik guru SD maupun guru SMP mengikuti rapid tes dalam rangka penerapan protokol kesehatan menjelang persiapan pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah tingkat SD dan SMP.

“Hari ini ada 200 orang yang kita rapid tes untuk guru-guru, di belakang Puskesmas Cipocok (SPNF-SKB),” kata Wasis Dewanto, saat ditemui awak media usai meninjau Simulasi Belajar Tatap Muka di SDN 2 Kota Serang.

Ia menjelaskan, rapid tes dilakukan secara bertahap lantaran keterbatasan kemampuan pegawai Dinas Kesehatan Kota Serang, mengingat jumlah guru negeri dan swasta di Kota Serang sebanyak 7400 orang.

Baca Juga:  Rahmat Andrian Warga Kota Serang Penderita Kanker Tulang Kian Memburuk

“Iya bertahap, besok lagi kita agendakan. Itu akan dilaksanakan secara bertahap karena ternyata kapasitas atau kemampuan pegawai Dinkes juga terbatas,” terang dia.

Meski hari ini sejumlah guru sedang menjalani rapid tes, bagaimana dengan rapid tes siswa, untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Sebetulnya harus juga, tapi kan harus disahkan dulu. Kita punya 180.000 siswa lho, SD 78.000 siswa dan SMP 26.000 siswa. Itu bisa dihitung, bagaimana rapid tes bisa dilaksanakan, sementara kapasitas rapid tes berapa,” tuturnya.

Meski demikian, Wasis menambahkan, pihak sekolah juga bisa menyelenggarakan rapid tes secara mandiri untuk guru maupun siswa dengan menggunakan dana BOS sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Kabudayaan (Permendikbud) tentang Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD).

“Jadi kita dorong apa menggunakan rapid tes yang dilakukan oleh pemerintah atau rapid tes secara mandiri. Kita dorong semuanya,” ungkapnya. [Red/Roy]

Bagikan: