By | 8 Agustus 2018

patron.id – Serang, Ratusan personil polisi, brimob dan densus 88 mengikuti simulasi penanggulangan terorisme dan pengamanan Asian Games 2018, Rabu (8/8), di halaman Polda Banten. Aparat keamanan tersebut dibekali teori dan pemahaman dalam menjalankan tugas untuk mengamankan Asian Games 2018.

Komisi Besar Polisi (Kombespol) Hermansyah mengungkapkan ancaman terbesar dalam Asian Games 2018 adalah adanya ancaman terorisme. ”Kita memberikan dan pemahaman kepada pasukan kita yang akan melaksanakan pengamanan di Asian Games 2018 yang sebentar lagi akan dimulai,” ungkapnya, kepada awak media.

Sehingga pihaknya perlu dibekali cara melumpuhkan bom aktif, karena dikhawatirkan ada ancaman yang berpotensi bahan peledak selama Asian Games 2018 berlangsung.

Baca Juga:  Ketua LPA Banten Berharap Kepolisian Menerapkan Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016

”Kita asumsikan ada ancaman teror, karena ancaman terberat itu ancaman teror. Tadi juga prakteknya seolah-olah ada atlet yang diculik dan bagaimana cara membebaskannya, ini harus disiapkan,” terangnya.

Ancaman terorisme, lanjut Hermansyah, tidak bisa diduga namun pihaknya harus mengantisipasi yang dapat mengganggu keamanan selama Asian Games 2018, dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.

”Ya kemungkinan itu bisa saja terjadi makanya itu harus kita antisipasi, oleh karenanya kita melakukan latihan simulasi seandainya ini terjadi apa yang harus dilakukan. Tapi mudah-mudahan ini kita bisa antisipasi. Kita juga sudah menempatkan intelijen untuk mendeteksi apabila ada kemungkinan ancaman yang dapat terjadi,” katanya.[Red/VI]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *