By | 23 Juli 2019

patron.id Tangerang Selatan, Tokoh muda Kota Tangerang Selatan Ruchul Ma’ani membeberkan penyebab masyarakat terpapar hoax. Bahaya berita bohong, menurutnya bisa meruntuhkan martabat seseorang jika arus informasinya tidak dihentikan. Belakangan hoax telah menyerang semua tingkatan masyarakat baik kalangan masyarakat terdidik maupun tidak terdidik. Bahkan, menurut Ma’ani, sekelas Doktor di perguruan tinggi pun diduga percaya terkait dengan hoax yang disebarkan oknum tak bertanggung jawab.

“Menurut penelitian mengapa dia terserang hoax karena dia terlalu lama terpapar internet sehingga mekanisme pertahanan mereka rapuh,” kata Ruchul Ma’ani saat menjadi pembicara Dialog Publik bertajuk ‘Menjaga NKRI dari Berita dan Informasi Hoax’ di Key Garden di Ciputat Tangerang Selatan, Selasa (23/07/19).

Berdasarkan pengamatannya, di era digitalisasi sekarang ini banyak orang menginginkan sesuatu dengan cara mudah dan praktis, maka sudah menjadi rahasia umum budaya lama yang sesungguhnya positif seperti membaca buku kini mulai ditinggalkan.

“Padahal kalau baca buku apalagi baca buku yang diawali dengan ‘pertanyaan’ maka akan terbiasa kritis, kalau sudah kritis tidak akan terjaring hoax, dijamin,” ucap Dosen di salah satu kampus swasta di Banten.

Baca Juga:  GP Ansor Kabupaten Serang Gelar Konfercab

Sementara itu, pegiat Literasi Media Sosial, Rahman Deniansyah mengungkapkan berita bohong dinilai sangat berbahaya untuk persatuan bangsa. Kaum millenial harus mau melawan informasi yang belum jelas kebenarannya dengan berbagai upaya, misalnya menelusuri ke berbagai media resmi yang terverifikasi.

Ia mengatakan, mirisnya generasi millenial kerap meninggalkan media informasi kredibel media konvensional seperti televisi dan radio. Padahal, sebelum internet maju seperti saat ini, dua jenis media tersebut tidak pernah ikut serta menyebarkan informasi bohong apalagi membangun opini buruk di masyarakat.

Meskipun begitu, ia tidak menyalahkan inidividu tertentu sebab perkembangan zaman memang begitu adanya. Terpenting masih kata Rahman, generasi muda harus mau mengurangi penyebaran hoax dengan terus mendidik masyarakat secara langsung seperti keluarganya masing-masing.

“Satu sisi kita tidak bisa nyalahin karena kebebasan berpendapat sudah diatur meski ada aturan aturan lain, tapi gimana caranya kita paling tidak, mengurangi hoax. Caranya satu dimulai dari diri kita sendiri,” katanya pada kegiatan yang diselenggarakan Jaringan Pemuda Research Indonesia (Japri) Banten ini. [Red/Setiadiwangsa]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *