By | 2 Agustus 2020

patron.id – Serang, Ikatan Mahasiswa Baros (IKAMABA) menggelar kegiatan Minggu Ceria di Saung Baca Kampung Limus Buek, Desa Suka Indah, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Pada Minggu (02/8/2020).

Dengan tujuan pengabdian kepada masyarakat sekitar adalah cikal bakal diselenggarakannya minggu ceria, selain itu organisasi primordial tersebut memulai kegiatan pada 08:00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

Dalam agenda Minggu Ceria ada beberapa acara didalamnya, diantaranya pembelajaran untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Didalamnya memuat berbagai macam pembelajaran seperti, mengingat angka, bernyanyi, menggambar dan mengenal abjad.

Yayu Padaniah pengurus IKAMABA mengatakan pembelajaran dalam agenda tersebut tidak hanya terfokus pada pembelajaran formal yang diajarkan di sekolah, tetapi pembelajaran yang non formal seperti mengenalkan game tradisional pun diajarkan saat Minggu Ceria.

“Selain belajar terkait yang ada di sekolah mereka juga kami ajarkan games tradisional yang jarang diajarkan disekolah khususnya anak SD, hal ini dilakukan agar sejak dini mereka mengenal permainan zaman dulu karena kebudayaan itu sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari.” Katanya

Selain itu jelasnya terkait pengenalan game tradisional kepada peserta Minggu Ceria, yayu (akrabnya) mengatakan, Kebudayaan merupakan hal terpenting dalam menjalani suatu kehidupan karena dalam kebudayaan terdapat nilai-nilai yang dapat dapat diambil oleh kita.

“Kebudayaan merupakan hasil dari cita,rasa, dan karsa. Kebudayaan perlu dilestarikan guna menjaga nilai yang telah diajarkan oleh orang-orang terdahulu. Perlu diingat juga kebudayaan memang penting, tapi dalam melestarikan kebudayaan hendaklah menjauhi sifat etnosentrisme (mengangung-agungkan kebudayaan sendiri) karena hal tersebut dapat memberikan dampak yg negatif. Maka sifat menghargai antar kebudayaan lah yang sangat penting sekali,” Ucapnya

Baca Juga:  Mahasiswa Serang Desak Kemendikbud Bebaskan UKT

Yayu juga menuturkan, Penjaskes dan berdiskusi terkait pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) lebih difokuskan kepada peserta tingkat SMP, lantaran banyak sekali peserta yang mengeluh terkait pembelajaran Daring.

“Kemudian pada tingkat SMP pun mereka diberi pembelajaran Penjaskes serta sharing mengenai pembelajaran daring/online. Banyak dari mereka mengeluh karena mungkin mereka lebih menginginkan pembelajaran secara offline.” Tuturnya

Abdurohman Wahid selaku ketua umum IKAMABA mengatakan bahwa kegiatan minggu ceria ini merupakan hal yang sangat memberikan energi positif, karena umumnya pada bidang pendidikan, masyarakat kurang memprioritaskan. Hadirnya kegiatan ini untuk memberikan pembelajaran secara gratis kepada masyarakat.

“Kegiatan minggu ceria ini sangat memberikan hal yang positif karena didalamnya terdapat berbagai macam kegiatan seperti pembelajaran yang dilakukan oleh pengurus dan anggota IKAMABA. Dan kegiatan ini juga mengarah agar masyarakat melek akan pendidikan karena memang pendidikan itu sebuah investasi yang sangat dibutuhkan. Dengan pendidikan kita dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang dapat kita gunakan untuk masa depan nanti.” Pungkasnya
[Red/Setiadi]

Bagikan: