By | 4 Oktober 2019

patron.id – Serang, Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Dewan Perwakila Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten, bertepatan paripurna Hut Banten ke-19 berlangsung.

Mahasiswa menuntut janji-janji Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang belum terlaksana. Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dinilai belum memenuhi janjinya untuk rakyat Banten.

Menurut mahasiswa, salah satunya soal isu lingkungan di Padarincang, Kabupaten Serang yang belum direspon Gubernur dan wakilnya. Padahal Kementerian ESDM RI dan Pemprov sudah menandatangani surat pernyataan penolakan megaproyek Geothermal.

“September lalu sudah ditandatangani. Di Hut Banten ini seharusnya Gubernur memberikan hadiah untuk rakyat Padarincang agar PLTPB hengkang selamanya,” ujar Jejen disela-sela aksi, pada Jum’at (4/10/2019).

Baca Juga:  Warga bersyukur dengan keberadaan Wisata Negeri diatas Awan

Lanjut Jejen, gunung Prakasak harus dikembalikan sebagai hutan lindung. Seluruh elit politik di Banten harus mendukung Rakyat Padarincang yang tengah berjuang tiga tahun lamanya.

“Ini tanah kelahiran kita, jangan sampai dirusak dengan tangan-tangan jahat. Pemprov harus berani katakan tolak Geothermal,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan ratusan mahasiswa masih bertahan di depan gerbang gedung DPRD Banten dan mendesak untuk menemui Gubernur Banten yang tengah berada didalam. Aksi tersebut berjalan dengan penjagaan ketat sejumlah personel kepolisian.[Red/Adi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *