By | 19 April 2020

patron.id – serang, Di tengah pandemi Corona virus Disease (covid-19), Himpunan Mahasiswa Civics Universitas Banten Jaya (HMCB) menggelar kajian online melalui group WhatsApp yang bertemakan “Urgensi Bebasnya Napi di Tengah Pandemi” yang diikuti 147 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa dari berbagai kampus, serta siswa dari berbagai sekolah.

Agung Setia Budi, Pemantik pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa, tema yang diangkat senada dengan perkembangan zaman yang dikemas secara menarik untuk dibahas.

“Tema yang diangkat oleh HMCB sangat menarik karena memang ini merupakan isu hangat yang baru-baru ini terjadi di Indonesia. Disisi lain, pemerintah harus berhati-hati dalam mengambil kebijakan, meskipun PBB telah merekomendasikan, namun pemerintah harus melihat kondisi warga negara Indonesia,” ungkapnya kepada jurnalis patron.id pada Minggu (19/4/2020).

“Kajian ini bertujuan untuk menanamkan kepekaan terhadap isu yang berkembang di masyarakat salah satunya yaitu dibebaskannya narapidana di tengah pandemi corona. Antusiasme para peserta yang mengikuti kajian online yang diselenggarakan oleh HMCB cukup tinggi dikarenakan dapat mengisi waktu luang dan menambah produktivitas di tengah-tengah pandemi ini.” Imbuhnya

Sementara itu Alda Mahasiswi PPKn Universitas Banten Jaya (Unbaja), salah satu peserta kajian mengatakan kegiatan ini berjalan cukup rapih dan lancar.

Baca Juga:  Kongko Bersama DPRD Banten, Diskusikan Kebijakan Penanganan Covid-19

“Kajian online yang diadakan oleh HMCB adalah sebuah hal yang bisa membantu kita untuk mengasah pikiran walaupun di rumah saja. Terkait efektifisitas diskusi yang berjalan selama acara kemarin cukup rapih karena dipandu oleh moderator.” Ungkapnya

senada diungkapkan Hamdan selaku Ketua umum HMCB menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk aspirasi dari kader HCMB dan Diskusi online adalah alternatifnya dalam melaksana kegiatan di tengah pandemi covid-19.

“Kegiatan ini merupakan aspirasi dari kader HMCB, dan ini merupakan realisasinya. Karena di Tengah Pandemi seperti saat ini, sangat tidak mungkin kita menyelenggarakan diskusi secara langsung, dan diskusi online ini adalah alternatifnya, Karena sesuai dengan anjuran pemerintah untuk stay at home dan physical distancing, serta menghindari kerumunan, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menambah daya pikir, serta kepekaan terhadap isu yang berkembang di Masyarakat.” tandasnya

Diketahui pembebasan Narapidana berdasarkan permenkumham RI No.10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. dan Kepmenkumham RI No.M.HH-19 PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.[Red/Setiadi]

Bagikan: