By | 14 Maret 2020

patron.id– Serang, Himpunanan Mahasiswa Bidikmisi (HMBM) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten gelar kegiatan Pelantikan dan Dialog Publik, di Aula Sjadzli Hasan lt.1, pada Sabtu, (14/3/2020).

Tema yang diusung dalam kegiatan tersebut ‘Kupas Tuntas KIP-Kuliah’ serta dibuka langsung oleh Wawan Wahyudin selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang kemahasiswaan.

Moch. Abdul Rohman, ketua umum HMBM UIN SMH Banten periode 2020 mengatakan, Langkah awal yang akan dilakukan pengurus setelah dilantik ini kita memfokuskan untuk mempererat kembali kesatuan dan kekompakan kita dan selanjutnya, kita akan langsung bergerak menjalankan program yang sebelumnya kita susun.

“Di bulan maret ini kita memfokuskan pada program sosialisasi terkait KIP Kuliah yang masih banyak dipertanyakan sebagai pengganti Bidikmisi,”Ujarnya

“Harapan kedepannya adalah HMBM tetap menjadi organisasi yang menjadi wadah mahasiswa penerima beasiswa walaupun berganti program dari bidikmisi menjadi KIP-Kuliah,” Imbuh Rohman

“Untuk pengurus saya berharap tetap kompak dan menanamkan kembali rasa tanggungjawab dalam diri masing-masing, hilangkan ego, hilangkan baperan saatnya berperan. dan untuk civitas akademik, pembina, Badan penasihat, majelis permusyawaratan, alumni dan demisoner tetap berada bersama kita untuk membimbing dan memberi nasihat. karena kita belum bisa untuk dilepas begitu saja tanpa adanya bimbingan dan pengawasan dari para senior dan atasan,” Ungkapnya

Baca Juga:  Diskusi Publik Menyoal Geothermal

Masih dalam forum yang sama, Lutfi selaku Koordiantor Persatuan Mahasiswa dan alumni Bidikmisi Wilayah lll Jadbodetabek-Banten dan salah satu Narasumber pada dialog publik mengungkan bahwa, KIP Kuliah adalah Suatu upaya untuk membantu asa para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dengan keadaan ekonomi yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi.

“KIP kuliah dibuat pemerintah sebagai penyempurna dari program Bidikmisi yang dimana disini kouta KIP Kuliah lebih banyak dibandingkan dengan kouta Bidikmisi sebelumnya yaitu 130.000 sedangkan Kouta KIP Kuliah 400.000 untuk mahasiswa baru 2020,” tandasnya

Lutfi berharap, kepada pemerintah khususnya agar selalu bersinergi dengan masyarakat, pemerintah harus segera mensosialisakan terkait KIP kuliah ini hingga ke pelosok negeri, dan tidak mempersulit untuk proses pembuatan KIP.

“Pertama, sosialisasi KIP Kuliah lebih menyeluruh ke pelosok, Kedua, permudahkan jalur masuk KIP Kuliah khusus nya yang tidak mempunyai KIP Kuliah bisa memakai Surat keterangan tidak mampu, Ketiga, jangan sampai salah sasaran, berikan kepada yang berhak untuk di beri, ke empat, permudahkan jalur kordinasi siswa kepada pihak desa maupun dinas terkait, Ke lima, mudahkan siswa untuk mengisi Basis Data Terpadu (BDT) di dinas terkait.” Pungkasnya. [Red/Baihaki]

Bagikan: