By | 4 Juli 2019

patron.id – Serang, Himpunan Mahasiswa Hukum (Himakum) Universitas Bina Bangsa (Uniba) menggelar diskusi publik bertema ‘Geothermal sebagai Energi Terbarukan, Kajian Manfaat dan Dampaknya’ di Gedung C Uniba, Kota Serang, Rabu (3/6/2019).

Diskusi tersebut membahas tentang megaproyek Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTB) atau Geothermal di Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

Diskusi ini dihadiri oleh tiga pemantik, diantaranya Tokoh Pemuda Padarincang, Rendi Muhamad Yani, Sekjen SWOT, Muhamad Jejen dan Vredo Adisyah Putra, Alumni Uniba.

“Ini adalah bagian dari memperkuat basis gerakan di kalangan intelektual muda. Agar mau ikut turun mengadvokasi di Padarincang,” kata Ketua Himakum Uniba, Reki.

Baca Juga:  Unras FPUB : RUU Ketahanan Keluarga Mendeskriditkan Perempuan Dalam Ruang Publik

Sementara itu, Rendi Muhamad Yani dalam pemaparannya menjelaskan persoalan gunung prakasak yang dijadikan eksplorasi panas bumi bukan saja persoalan Warga Padarincang, melainkan persoalan seluruh Masyarakat Banten.

“Bagi Pengusaha ini adalah lahan usaha mengambil uang sebanyak-banyaknya, Bagi Rakyat adalah penindasan. Karena ini penindasan gaya baru,” Tutur Rendi.

Dua pembicara lainnya, Muhamad Jejen dan Vredo Adisyah Putra sepakat agar isu geothermal di Padarincang bisa menjadi isu nasional seperti Gunung slamet di Banyumas, Jawa Tengah.[Red/Adi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *