By | 16 Juli 2020

patron.id – Serang, Hari ini, tiga lokasi SPBU milik Indomobil akhirnya ditutup paksa oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang, bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Serang.

Ditutupnya SPBU milik PT Indomobil Prima Energi lantaran tak memiliki surat izin bangunan (IMB). Tiga lokasi SPBU mini yang disegel berada di Jalan Kelapa Dua Kelurahan Kagungan, Jalan Sayabulu Kelurahan Dalung, dan Jalan Boru Kelurahan Banjarsari Pada Kamis, (16/07/2020) sore.

Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Bambang Janoko mengatakan pihaknya akan menutup semua SPBU milik Indomobil yang tersebar di Kota Serang. Bahkan pihaknya meminta Satpol PP menyegel SPBU tersebut dengan pita kuning atau garis batasan. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pemilik SPBU Indomobil.

“Intinya kita minta semuanya ditutup. Jangan cuman tiga SPBU aja, jangan setengah-setengah. Kalau perlu dikasih garis Satpol PP,” kata Bambang, usai menutup SPBU Indomobil di Jalan Boru Kelurahan Banjarsari.

Di lokasi yang sama, Kepala Satpol PP Kota Serang Kusna Ramdani menjelaskan ditutupnya ritel SPBU milik Indomobil ini agar pihak pengusaha memiliki itikad baik untuk mengurus surat perizinan sesuai peraturan yang berlaku.

“Hari ini kita tutup tiga supaya ada itikad baik dari mereka. Kalau memang tidak ada itikad baik kita tutup semuanya. Jadi kita ada unsur persuasif tidak semena-mena. Mudah-mudahan dengan penutupan ini mereka mengurus izin. Intinya kami welcome lah semua siapapun yang mau berusaha di kota serang silakan, tetapi tempuh izin yang berlaku,” terangnya.

Baca Juga:  Memuluskan PHK Massal, Buruh Jadi Korban di Tengah Pandemik

Menurut Kusna, jika tindakan persuasif ini tidak digubris hingga membuka segel dan tetap beroperasi, maka pihak pengusaha SPBU Indomobil akan diproses ke ranah hukum.

“Bisa dipidana, karena merusak segel. Nanti bisa dari perizinan bikin laporan ke satpol PP, terus diproses ke kepolisian,” tegasnya.

Ditutupnya SPBU Indomobil ini membuat karyawan ritel tersebut, Alex Pratama, kebingungan lantaran tempat kerjanya secara mendadak ditutup pemerintah. Sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak kantor bakal ditutup.

“Ga tau, ga ada yang ngasih tau. Ini juga baju baru dikasih nih,” kata Alex, saat ditemui patron.id, di tempat kerjanya, Jalan Sayabulu, Ciracas, Kota Serang.

Alex mengatakan bahwa ia akan melaporkan informasi tersebut pihak ke kantor terkait ditutupnya SPBU mini ini. “Kurang tau, mungkin saya laporan ke orang kantor kalau ini ditutup. Orang kantornya kan ada tuh di grup WA tuh. Kalau belum diizinin sih mungkin masih tutup. Kan belum bilang, diizinin atau tidaknya,” ungkapnya. [Red/Roy]

Bagikan: