By | 1 September 2020

patron.id – Pandeglang, Gusdurian Pandeglang menginisiasi kegiatan kelas menulis selama 3 Bulan, dimuali dari (29/8/2020) sampai sampai akhir tahun 2020, dilakukan setiap akhir pekan.

Saat Kegiatan Berlangsung

Kelas menulis ini dimentori oleh Hilman Lemri penulis asal Pulosari, Kabupaten Pandeglang, yang menilai bahwa kegiatan menulis harus terus digelorakan sehingga anggota Gusdurian bisa menyampaikan gagasannya melalui tulisan, adapun materi pada kegiatan ini yakni; pelatihan jurnalistik dan esai.

“Lebih dari itu, dulu saya sebal karena jarang sekali di Pandeglang, utamanya di Menes, jarang ada pelatihan menulis. Akhirnya tahun 2009 saya kuliah ke Untirta, Kota Serang, kemudian belajar menulis di sana, di Rumah Dunia. Ketika saya ada kesempatan pulang ke Menes, kondisinya masih hampir sama. Jarang ada pelatihan menulis, padahal tradisi intelektual di Menes sangat kental dan terkenal,” Ungkap Hilaman yang juga Penulis buku berjudul Seperti Prajurit Kalah Perang ini

Baca Juga:  Pasangan Thoni-Imat Optimis Dapat Dukungan Dari Ulama Di Pilkada Pandeglang

Hilman berharap, kegiatan menulis Gusdurian ini terus berlangsung dan memiliki output atau karya berupa buku. 

“Semoga saja saya dan teman-teman konsisten dan setelah kelas menulis dipertemuan pertama ini menghasilkan sebuah buku yang layak dan bermanfaat,” Ungkapnya

Senada diungkapkan, Koordinator Gusdurian Pandeglang, Ahmad Bachtiar Faqihudin mengatakan bahwa, kelas menulis Gusdurian sangat berarti untuk diadakan karena salah satu spirit utama dari program Gusdurian ini adalah berkarya.

“Seorang Gus Dur itu adalah guru bangsa yang menulis. Gagasannya banyak tertuang dalam buku-bukunya yang terkenal. Sudah selayaknya sebagai Gusdurian kita mengikutinya jejaknya, ” katanya. [Red/CJ-Tafsir]

Bagikan: