By | 28 April 2020

Oleh : Agung Setia Budi

Dampak dari virus corona disease 2019 (covid-19) kini mulai merambah terhadap pelbagai bidang tak kerkecuali bidang pendidikan, Pemerintah pusat hingga pemerintah daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat sampai dengan tingkat perguruan tinggi PTN/PTS di indonesia, dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya pandemik ini,

Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia ini dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan.

Saat ini di Indonesia, beberapa perguran tinggi mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar daring atau sering disebut dengan belajar mengajar online.

Berdasarkan keterangan secara resminya, siap dengan semua skenario termasuk penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran  daring (dalam jaringan).

Hal ini dilakukan sebagai upaya agar siswa tetap belajar di Rumah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan sejumlah dukungan untuk mempelancar proses tersebut.

Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar, beberapa fitur unggulanpun diluncurkan agar dapat diakses oleh peserta didik dan guru diantaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal.

Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru, pembelajaran dilakukan secara online oleh guru kepada siswa.

Situasi pembelajaran saat ini seorang guru hanya menyampaikan materi saja serta penugasan terhadap peserta didik, tentunya kalau kita kaitankan dengan tanggung jawab guru, seorang guru bukan hanya mentransformasikan keilmuannya saja melainkan lebih kepada pembentukan akhlak sebagaimana telah tercantum dalam tujuan pendidikan nasional yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab.

Baca Juga:  Kongko Bersama DPRD Banten, Diskusikan Kebijakan Penanganan Covid-19

Oleh karena itu penulis menilai ini diibaratkan jauh panggang daripada api,  jauh harapan mengenai tujuan pembelajaran jika pembelajaran secara online. Mengapa demikian? Karena mendidik bukan hanya soal menyampaikan materi saja, atau mentransfer ilmu kepada murid melainkan menanamkan serta membekali ahlak dan moral.

Jika belajar melalui daring/online esensi seorang guru tidak mencapai kepada target siswa, karena kondisi belajar online tidak seperti belajar di dalam kelas atau tatap muka.

Dalam hal ini Peran Orang tua dalam Kondisi pembelajaran online ini sangat mempunyai peranan penting dalam mendidik, membimbing serta mengarahkan dalam kondisi pembelajaran ini, karena tidak semua siswa yang mengikuti pembelajaran di rumah dikarenakan berbeda karakter serta kebiasaan yang beda, semisal seorang siswa hanya sekedar menjalankan tugas dan mengikuti pembelajaran saja hanya untuk memenuhi perintah seorang guru. Disinilah peranan orang tua sebagai pelatih kecerdasan, agar mereka mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan secara berkelanjutan.

Karena pendidikan anak akan berjalan dengan optimal dengan didorong serata didukung penuh oleh keluarga, pada akhirnya saya berharap bencana yang menimpa bangsa kita segera berakhir, supaya pembelajaran dapat dilakukan dengan secara bertatap muka langsung, agar bisa melahirkan generasi generasi penerus bangsa.

Bagaimana tanggapan anda kerabat patron yang budiman??

Penulis merupakan Mahasiswa pascasarjana UPI

Bagikan: