By | 2 Mei 2019

patron.id – Serang, Seorang guru ngaji berinisial DS melakukan tindak asusila terhadap seorang anak di bawah umur (MA). Aksi bejat tersebut dilakukan di rumahnya, pada 28 April lalu di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Ayah tiri korban (N) mengatakan, kejadian tersebut berawal pada saat MA sedang mengaji bersama murid lainnya dirumah DS, pelaku yang juga seorang guru mengaji. Menurut keterangan dari N, DS mengajak MA menginap dirumahnya dan menyuruh MA untuk meminta izin kepada orang tuanya dengan alasan bermalam dirumah kerabat,

“Awalnya korban sedang ngaji sama murid lain juga, terus korban diminta balik sama ustad nya yaudah dia mau aja, saking polosnya. Nah pas balik lagi korban minta izin ke ibunya buat nginep di rumah sodara nya yaudah jadi ibu percaya aja,” kata N saat dimintai keterangan, Kamis, (02/05/19).

Lebih lanjut Ayah tiri MA menambahkan, pada saat pelaku melaksanakan aksi bejatnya itu, gadis yang duduk dikelas satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipaksa masuk kedalam rumah dengan digendong dan disekap, kemudian pelaku mematikan lampu rumahnya serta menyeret korban masuk rumah.

Baca Juga:  Dua Orang Warga Kota Serang Kembali Positif Covid-19

Setelah selesai melancarkan aksi bejatnya pada pukul 03.00 WIB, DS menyuruh MA untuk segera pulang dan memberikan uang senilai dua puluh ribu rupiah kepada korban pelampiasan hasratnya dan memaksa untuk tidak membocorkan kejadian tersebut pada siapapun,

“Korban disuruh masuk ke dalam rumah, sendalnya dimasukin, lampu rumahnya dimatiin, korban diseret masuk ke rumahnya digendong. Awalnya korban menolak, tapi pelaku terus maksa, di sekap. Terus sekitar jam tiga subuh korban diperkosa, pagi-pagi korban di suruh pulang dikasih uang 20 rebu sama diancem jangan cerita ke orang-orang,” tambahnya.

Ketua RT setempat mengatakan, akibat kejadian tersebut kini MA tengah mengalami depresi berat. Bahkan menurut keterangannya, pagi tadi MA sempat berupaya untuk melakukan bunuh diri, namun ketua RT dan beberapa warga lainnya ikut menenangkan korban untuk tidak melancarkan aksi bunuh dirinya,

“Saat ini kondisi korban sangat depresi berat, bahkan tadi pagi sempat ingin melakukan bunuh diri tetapi dibantu saya sama warga lainnya ikut menenangkan korban. Terus keluarga korban juga meminta agar menjatuhkan hukuman seberat-beratnya,” tutupnya. [Red/Setiadi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *