By | 22 Desember 2019

Oleh : Enok

Angin menerpa daun dengan hampa, Tanpa sedikitpun suara.
Bersama mendungnya langit malam, Hitam Pekat tanpa sinar bintang

Bagaikan Pipit tanpa pita suara
Merenung diam tak terdengar rintihan lara
Berteman sepi menyapa sunyi
Menikmati setiap tetes yg jatuh di pipi

Yang pergi bisa kembali
Yang datang bisa pergi
Semuanya bisa saja terjadi
Kekekalan hanya milik ilahi

Aku merindukannya
Aku mencintainya
Aku ingin selalu bersamanya
Restui aku untuk jadi teman, sahabat, adik, kekasih, bahkan ibu untuknya.
Untuk dia yang aku cinta.❤️

Bagikan:
Baca Juga:  Dibalik Terbit Matahari