By | 8 April 2020

patron.id – Pandeglang, Kasus kecelakaan pengendara sepeda motor di proyek pembangunan jalan nasional, Pandeglang, Saketi, Simpang, Labuan menyulut organisasi mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus Cabang (PC) Kabupaten Pandeglang angkat bicara.

Kasus yang terjadi pada Jum’at (03/04/2020) menelan korban seorang perempuan hingga patah tulang lantaran bahan material proyek tersebut berceceran.

Yandi ketua umum PC PMII Kabupaten Pandeglang menyayangkan kejadian tersebut menurutnya kejadian tersebut menjadi bukti dari kesalahan pemerintah yang kurang berkoordinasi.

“Ini bukti bahwa kurangnya koordinasi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dalam pengawasan proyek jalan tersebut. Ini kan jalan nasional harusnya mereka lebih rapih dalam membangun dan mengawasi pekerjaan proyek tersebut, banyaknya masyarakat yang berlalu lalang di jalan tersebut menjadi poin penting agar pihak pekerja lebih mengutamakan keselamatan bagi masyarakat,” kata Yandi pada hari Rabu (08/04/2020).

Ia juga memaparkan bahwa proyek tersebut harus menjadi hal yang tak merugikan masyarakat.

“Di tengah pandemi Covid-19 dan hujan yang terkadang turun membasahi ini jangan malah membuat masalah-masalah baru yang merugikan masyarakat, saya selaku mahasiswa dan masyarakat cikedal juga menyayangkan kejadian seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Arus baru ekonomi Indonesia perspektif KH.Ma'ruf Amin.

Ia juga mengaskan bahwa papan anggaran proyek tersebut yang seharusnya ada, ternyata dalam pengerjaan proyek tersebut tidak ada.

“Dan kalo kita lihat ternyata proyek pekerjaan preservasi jalan tersebut dengan kategori pekerjaan kontruksi, instansi kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, satker dinas bina marga dan rata ruang provinsi Banten tidak mempunyai papan informasi anggaran proyek tersebut,” tegasnya.

Hingga kini belum ada pertanggung jawaban dari pihak proyek.

“Pihak pengusaha yang belum jelas pertanggung jawabannya ke pihak korban belum ada, disayangkan sekali dengan kelalaian pekerjaan tersebut pengawasan yang kurang dan penertiban kurang,” jelas Yandi.

Selain itu PMII Kabupaten Pandeglang mengharapkan untuk membantu korban hingga pulih kembali.

“Harapan kami kepada pihak pengusaha dan DPUPR Provinsi untuk memberikan suatu itikad baiknya terhadap korban tersebut serta penertiban, pengawasan dalam proyek hingga aman dilalui oleh para pengendara,” harapnya. [Red/Aldi]

Bagikan: