By | 29 April 2020

patron.id – Jakarta, Belum terlepas dari suasana pandemi Covid-19, belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kemunculan trending gerakan tagar yang diprakarsai oleh para mahasiswa.

Yaitu tagar #kemenagjagophp yang tercatat sudah masuk di urutan trending tagar di twitter.

Saat dikonfirmasi terkait gerakan tersebut, melalui Aghisna Bidikrikal Hasan, Ketua SEMA PTKIN Nasional, dirinya membenarkan bahwa gerakan tersebut diinisiasi oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Perguruan Tinggi Keguruan Islam Negeri (PTKIN) Nasional, Pada Rabu (29/04/2020).

Pasalnya mahasiswa PTKIN merasa dibohongi oleh Surat Edaran, Kementerian Agama, melalui Direktur Jendral Pendidikan Islam terkait pengurangan UKT, BKT (Uang Kuliah Tunggal, Biaya Kuliah Tunggal) dengan besaran 10%, Pada Senin (06/04/2020) yang digagalkan melalui surat edaran Kementerian agama, Pada Senin (20/04/2020) dengan isi pencabutan surat edaran sebelumnya lantaran dapat menyebabkan terbatasnya anggaran operasional dan penyelenggaraan PTKIN.

Aghisna akrabnya juga memaparkan terkait inisiasi gerakan tagar tersebut.

“Di tengah-tengah Covid-19, banyak wali mahasiswa yang menurun ekonominya, ditambah UKT semester ini yang tidak terpakai dengan maksimal karena harus kuliah daring, pelayanan akademik dan fasilitas kampus yang tidak bisa diakses dengan baik, pembatalan pengurangan UKT menjadi blunder fatal oleh pihak Kemenag. Alih-alih meneruskan untuk segera menjadi keputusan Kementerian Agama, malah membatalkan dengan dalih ada pengurangan anggaran untuk Kemenag dari Presiden melalui Kemenkeu.” Kata Aghisna

Ia juga menegaskan dari statement Ruchman Basori, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan dan Satgas Covid-19 Diktis Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, bahwa pengurangan UKT tidak akan Merugikan.

Baca Juga:  Siar Kebangsaan dan Buka Bersama PW Ansor Banten

“Apalagi melihat statement Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Dirjen Pendis Kemenag, pengurangan UKT tidak akan merugikan Perguruan Tinggi Keguruan Islam (PTKI) atau PTKIN.” Tegasnya

Selain gerakan tagar SEMA PTKIN Nasional juga membuat pernyataan sikap yang berisi 1). Menghimbau kepada setiap mahasiswa di lingkungan PTKIN untuk ikut serta terlibat dalam memperjuangkan kebijakan pengurangan UKT semesnter ganjil 2020/2021, baik yang memperoleh UKT Golongan tertinggi mau pun terendah,
2). Menghimbau dan mendesak Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk ikut serta dalam memperjuangkan kebijakan pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021 bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN,
3). Menghimbau dan mendesak Forum Pimpinan PTKIN untuk ikut serta dalam memperjuangkan kebijakan pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021 bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN,
4). Menuntut Menteri Agama Republik Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021
bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN dan dimuat dalam keputusan Menteri Agama.

Selain itu SEMA PTKIN juga melayangkan surat maklumat untuk Pimpinan SEMA PTKIN Se-Indonesia terkait Pembatalan kebijakan pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021 bagi mahasiswa di lingkungan PTKIN tersebut.

Aghisna juga berharap keterbukaan sarana informasi dan melibatkan pihak PTKIN serta Mahasiswa dalam pengurangan UKT semester ganjil.

“Saya berharap kebijakan pengurangan UKT semester ganjil 2020/2021 langsung melalui Kementerian Agama, Dengan Nominal pengurangan mengedepankan asas keterbukaan informasi publik dan mengakomodir kepentingan mahasiswa PTKIN, Seperti melibatkan pihak-pihak dari PTKIN, dari Rektor sampai mahasiswa.” Pungkasnya [Red/Aldi]

Bagikan: