By | 7 Juni 2018

patron.id-SERANG – [7/6] Polda Banten menggelar konferensi pers terkait keamanan pasokan pangan di Banten. Konferensi pers digelar untuk mengevaluasi hasil operasi Satgas Pangan yang dilakukan Polda Banten selama ramadhan tahun ini. “Kami ingin mengevaluasi kegiatan (operasi Satgas Pangan) ini sejauh mana keamanan pasokan pangan di masyakat sebelum dan selama bulan puasa berlangsung, hingga jelang lebaran nanti,” kata Direskrimsus Abdul Karim mewakili jajaran Polda Banten saat konferensi pers, Kamis (7/6) siang, di lapangan Polda Banten.

Sebelum bulan ramadhan, Abdul mengatakan bahwa Tim Satgas Pangan berhasil mengamankan kikil berbahan proksida dari seorang berinisial W di daerah Panimbang, Pandeglang, Senin (26/3) lalu. “Kami mengamankan kikil yang menggunakan bahan tambahan yaitu proksida dalam proses pembuatannya,” ungkap Abdul.

Berdasarkan peraturan pemerintah No.74 tentang pengolahan bahan berbahaya beracun, Abdul menjelaskan bahwa hidrogen proksida atau H2O2 tergolong bahan beracun dan berbahaya. “Jika tertelan dapat menyebabkan muntah dan luka lambung, karena proksida bersifat korosif yang dapat menyebabkan iritasi terhadap jaringan organ tubuh. Kikil berbahan proksida ini telah diedarkan hingga ke pasar Labuhan, Pandeglang,” terangnya.

Masih dikatakan Abdul, pihaknya juga berhasil mengamankan beberapa kasus di luar operasi Satgas Pangan. Diantaranya pengamanan 3 ekor buaya muara, penyerahan 2 ekor kucing hutan, dan pengamanan gas 3kg yang dijual di luar aturan pemerintah.

Baca Juga:  Warga Mengeluh Lokasi Tsunami Selat Sunda Jadi Ajang Swafoto

Terkait kasus ekor buaya, Abdul memaparkan bahwa Tim Terpadu Polda Banten yang berkerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah 1 Kota Serang berhasil mengamankan 3 ekor buaya muara di salah satu hotel berinisial SK di Jl. Raya Cilegon-Serang, Rabu (23/5). “Buaya muara yang dimiliki oleh seorang dengan kepemilikan surat izin tetap yang sudah habis dan tidak diperpanjang oleh pemiliknya,” kata Abdul.

Operasi selanjutnya, Abdul mengatakan bahwa di wilayah Pandeglang terdapat kasus penanggulangan kejahatan hewan, yaitu penyerahan 2 ekor hewan kucing hutan yang di lindungi, Selasa (22/5). “Ini berasal dari seorang komunitas pecinta hewan reptil Pandelang. Mereka menyerahkan kepada kami dengan suka rela, kemudian kami serahkan kepada BKSDA Wilayah 1 Kota Serang,” terangnya.

Sementara operasi lainya yang dilakukan pada Kamis (24/5), Abdul memaparkan bahwa di Lebak terdapat pangkalan gas yang menjual tabung gas 3 kilo di luar harga eceran atau tidak sesuai dengan harga yang tentukan pemerintah. “Diketahui sebuah toko berinisial S di jalan Kebong Kabupaten Lebak telah menjual tabung gas 3 kilo seharga Rp 17.000 hingga Rp 18.000/ per tabung. Kami masih Alan mengurus kasus ini secara mendalam,” ungkap Abdul.

Menurut Abdul, berdasarkan keputusan Bupati Lebak No. 01 Tahun 2015 bahwa seharusnya tabung gas dijual seharga Rp 16.000/ per tabung. [red/II]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *