By | 7 November 2018

patron.id – Serang, Forum Komunikasi Badan Eksekutif Mahasiswa/ Dewan Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia atau disebut Forkom BEM/Dema PTAI menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema, Merawat Kebhinekaan Dengan Semangat Multikulturalisme untuk Pilpres Damai dan Bermartabat, di RM Saung Edi, Serang, Rabu, (7/11).

Dalam pres realesenya, Forkom BEM/Dema PTAI Indonesia menyatakan, bahwa kegiatan ini diadakan untuk membantu berikhtiar agar pemilu tetap kondusif, damai dan sejuk. Sebab menjelang musim pemilu sekarang ini hoax menjadi sangat mengkhawatirkan yang dapat menimbulkan perdebatan di media sosial hingga membuat masyarakat tidak bisa berbicara secara substansial. Sehingga ada kecenderungan hoax akan dimanfaatkan untuk menonjolkan pencitraan personal (calon presiden maupun calon wakil presiden) dari kapasitasnya.

Dialog kebangsaan ini menghadirkan KH. Matin Syarkowi (Ketua Majelis Pesantren Salafiah Banten), Wahyu Arya (Jurnalis Milenial) dan Surya Fermana (Pengamat Politik Nasional) Narasumber dalam acara tersebut.

Dalam paparannya, KH. Matin Syarkowi mengatakan bahwa situasi politik hari ini begitu panas. Hal itu dikatakan Matin lantaran banyak sekelompok orang yang mengatasnamakan agama demi kepentingan politik. “Salah satunya adalah bendera, ini sudah tidak lain menjadi alat untuk politik,” ungkapnya.

Ia menghimbau kepada Masyarakat bahwa hal-hal yang berbau agama cukup ditanamkan dalam hati saja dan seharusnya hal seperti ini tidak melunturkan nilai kebangsaan, nilai kecintaan kepada negara, karena tidak ada falsafah yang paling hebat kecuali pancasila. “Keberagaman dan perbedaan golongan di Indonesia adalah salah satu anugrah untuk negara ini karena dalam perbedaan itu mempunya pemaknaan yang sangat dalam untuk lebih memperkuat persatuan,” paparnya.

Baca Juga:  Pasca Pemilu 2019 LKPM Banten Antisipasi Gerakan Isu SARA

Selain itu, ia juga menghimbau bahwa masyarakat sepatutnya sudah tidak lagi memperdebatkan tentang perbedaan umat. Perbedaan umat justru harus disyukuri dalam keindahan berbangsa ini, karena kita hidup di negara Indonesia adalah suatu anugerah.

Oleh karena itu usai dialog tersebut, ia berharap masyarakat bisa lebih terbuka dalam segi apapun untuk menilai segala permasalahan yang ada dalam negeri ini dan lebih terbuka dalam menangkas setiap isu hoax yang berkembang untuk tidak langsung mempercayainya.

Pada kesempatan tersebut, Forkom BEM/DEMA PTAI Indonesia menyatakan sikap yaitu sebagai berikut ;
1). Menghimbau setiap elemen masyarakat, peserta pemilu (partai politik) dan capres-cawapres mematuhi, menaati segala bentukperaturan dan ketentuan yang berlaku serta menyelesaikan permasalahaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 sesuai dengan prosedur hukum.
2). Menolak Politisasi agama, Sara, Hoax serta Hatespeech dalam kontestasi dipemilu 2019
3). Mendukung TNI/Polri dalam mengamankan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019. [Red/Aldi]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *