By | 29 November 2019

patron.id – Kabupaten Serang,Warga Desa Sujung Kecamatan Tirtayasa Kabupaten menggelar kegiatan Diskusi dan Do’a Bersama di aliran sungai Pamarayan, Pada Jum’at (29/11/2019).

Kegiatan tersebut diprakasai oleh Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) bersama dengan masyarakat sekitar, pasalnya sudah Lima Bulan Lamanya daerah tersebut terdampak musibah kekeringan air.

Masyarakat juga mengeluhkan terkait PDAM Tirta al-Bantani di pontang tepatnya Jalan Ciptayasa Desa Singarajan kecamatan Pontang kabupaten Serang Milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dinilai Tidak Bisa Memberikan Solusi serta GAMSUT dan Forum Pemuda Desa Menilai Pemerintahan Kab. Serang Lamban Menangani Krisis air Bersih Di Serang Utara Pontang Tirtayasa.

Imron ketua GAMSUT mengatakan Bahwa kekeringan mulai dirasakan sejak Bulan Agustus.

“Bulan Agustus Lalu ada kabar Bahwa Pengaliran air ke warga dari PDAM Tirta al-Bantani Di stop sampai Oktober Karna ada perbaikan sungai di daerah Pamarayan tetapi sampai Akhir November Tak Kunjung Beroperasi” Kata Imron

Baca Juga:  Pemindahan RKUD, PMII Banten Bakal Gugat Gubernur

Selain itu GAMSUT akan mendesak pemerintahan Kabupaten Serang jika sama sekali tidak memberikan solusi dan akan mendatangi PDAM yang tidak beroprasi tersebut agar segera beroprasi.

“Kami Tidak akan segan apabila pemerintah Kabupaten Serang Tidak juga memberikan solusi yang Kongkrit dalam mengatasi Kekeringan, kami tidak akan segan Untuk Menggeruduk PDAM Tirta al-Bantani Untuk Segera Beroperasi” Pungkasnya

Tidak terlepas dari permasalah kekeringan, permasalahan sampah juga masih terbesit dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Serang sehingga sehingga membuat Muhit ketua Forum Pemuda Desa angkat bicara.

“Pemerintah Kab. Serang Lamban Dalam Menangani sungai Ciujung dan Cidurian yang Hari ini Tidak Layak untuk digunakan dalam keperluan kebersihan, 2 sungai terbesar di Kabupateb Serang sedang merana Lantaran Limbah Pabrik Yang tidak pernah terselesaikan sampai sekarang, bahwa pemerintah Kabupaten Serang harus secepatnya mengambil sikap Yang Strategis Untuk menyelesaikan Sungai Ciujung dan Cidurian Agar Layak Konsumsi Kembali.” Kata Muhit. [Red/Bahri]

Bagikan: