By | 8 Juni 2020

patron.id – Serang, di tengah pandemi corona virus disease (Covid-19), Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten menggelar dialog online Banten Damai, Pada Senin (8/6/2020)

Saat kegiatan berlangsung

Diskusi Online Bidang Agama dan Budaya FKPT Banten kali ini mengangkat tema “Bedah Gerakan Salafi Cegah Faham Menyimpang” dipandu oleh Endang Saeful Anwar, selaku akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Kegiatan diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua FKPT Banten, Amas Tadjuddin, dalam sambutannya, Ketua FKPT Banten memaparkan terkait kemunculan kaum salafi

“Kaum salaf ini sudah ada sejak lama, tapi baru berani muncul ke permukaan sekitar tahun 1980an dan mendapatkan jati dirinya pasca reformasi nasional tahun 1999. Kaum salaf ini terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu kaum salafi dakwah (KSD) dan Kaum Salafi Radikal (KSR),” Tegas Ketua FKPT Banten.

Selain itu kegiatan tersebut dihadiri oleh AM Romly, selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dan Mohamad Ardani selaku Ketua Bidang Agama dan Sosial FKPT Banten.

Dalam paparannya, AM Romly menyoroti tentang konsep MUI dalam beragama.

Baca Juga:  Cegah Pemahaman Radikalisme FKPT Banten Lakukan Penyuluhan

“Ada dua kelompok besar saat ini dalam mempraktekan kehidupan beragamanya. Dua kelompok ini adalah kelompok tekstualis skripturalis yang cenderung rigid dalam memahami teks-teks keagamaan sehingga pemahamannya kadang kaku dan mengkafirkan pemahaman kelompok lain yang tidak sealiran. Kelompok kedua yaitu kelompok liberal yang berupaya untuk melakukan kontekstualisasi ayat secara longgar dan permissif.” Katanya

Sedangkan Mohamad Ardani, memaparkan gerakan kaum yang kerap membid’ah-bid’ahkan kamu yang lain.

“Ciri dari gerakan ini menampilkan karakter anti madzhab, selalu membid’ahkan , gerakan ini sesungguhnya tidak bisa memberikan warna dan kemajuan pada Islam karena perdebatan mereka hanya berkutat pada pembahasan seputar tauhid Uluhiyah, Tauhid Rububiyah dan Tauhid Af’al dan Shifat.

Untuk diketahui peserta dialog tersebut dihadiri oleh pengurus FKPT Banten, Ormas-ormas keagamaan seperti  MUI Kabupaten/Kota Se -Provinsi Banten, BPJS, PW PRIMA DMI Provinsi Banten, KPU, Bawaslu, Akademisi UIN SMH Banten, UNSERA, Ketua Forum Majlis Ta’lim Banten, Sekban Kesbangpol, Kemenag, Aktivis Pesantren, Aktivis Mahasiswa Assalamiyah, dan Ketua Forum Tafsir Hadits.[Red/LE-Aim]

Bagikan: