By | 20 Maret 2020

patron.id – Serang, Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Indonesia (FKMTHI) Menggelar Dialog Kebangsaan dan Bedah Buku “Gagal Faham Khilafah: Hizbut Tahrir Indonesia” Menghadirkan Tiga Pemantik dari Gerakan Pemuda Ansor, Tokoh Muda Banten dan Penulis Buku, di Studio Sultan TV, Banjarsari, Cipocok Jaya, Kota Serang, Pada Jum’at, (20/3/2020).

Kiai Hamdan Suhaimi menjelaskan bahwasanya Di era 1970an yang dibawa oleh kaum ekstrem kanan sebuah faham panislamisme di bumi Indonesia dan tentunya Mendirikan sebuah Bangsa Indonesia yang mewujudkan Baldatun Thoyyibun wa Robbun Gofur di era 1940an ini memang tidak mudah dan tidak sulit.

“Yang saya kritik dari pemikiran Taqiyuddin An-Nabhani bahwa ‘La Islama Bila Khilafatin’ yang artinya tidak disebut Islam kalau tidak Menerapkan Khilafah nah ini satu konsep yang menurut saya pemaksaan kehendak diantaranya menabrak ‘Maqosidussyari’ah‘ yang sudah disepakati oleh alim ulama di Indonesia,” Jelasnya

“Penerapan Khilafah Islamiyyah bukannya ditolak jika ada Indonesia tapi tertolak karena sudah menabrak konsesus alim ulama dan konsesus bangsa yang diprakarsai oleh Founding Father. Jargon kita jelas, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya, Indonesia Milik Kita.” Imbuh Kiai Hamdan Selaku Ketua Rijalul Ansor Pimpinan Wilayah Banten.

Sementara itu Abdul Muhit Hariri menjabarkan bahwa, Ada yang lebih bahaya dari Virus yang hari ini sedang ramai yaitu Virus Pemahaman Khilafah kepada generasi muda Indonesia khususnya Banten. Walaupun, HTI ini sudah dibubarkan oleh Pemerintah. Tetap saja mereka masih berkeliaran dengan menggunakan baju-baju yang berbeda orang dan pelaku mendoktrin generasi muda untuk tidak menerima ideologi Pancasila.

Baca Juga:  GMNI Pandeglang Menggelar Santunan Kepada Masyarakat Desa Pasireurih

“Di dunia perguruan tinggi baik umum maupun agama pada era tahun 2013 mereka melalui organisasi Gema Pembebasan yang mana mereka terafiliasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia sering menggembor-gemborkan ialah Tolak Pancasila, Pancasila Thought. Ini jelas merusak kehidupan bangsa, harus kita bumi hanguskan faham model seperti ini.” Paparnya

Lebih lanjut dia memaparkan bahwa pemuda harus berani menebarkan islam yang ramah melalui berbagai jejaring.

“Pemuda hari ini harus mulai berani show up untuk berani mengatak bahwa Khilafah buka ideologi Bangsa Indonesia lalu kuasai Media-Media sosial diantaranya untuk menebarkan Islam yang ramah,”Ujarnya

Masih di tempat yang sama Muhammad Makmun Rasyid mengungkapkan bahwasanya Gerakan politik yang skala internasional yang lebih populer dengan istilah transnasional. Gerakan Khilafah di republik ini sudah dihentikan dengan keluarnya Perpu No. 02 Tentang Organisasi Kemasyarakatan Tahun 2017 walaupun demikian tetap saja gerakannya masih masif di bumi Indonesia ini.

“Mereka membuka gerbong di Indonesia sebelum era reformasi dan sasaran yang jadi prioritas ialah kaum intelektual yaitu kampus. Narasi yang pertama kali dibangun oleh mereka ialah ‘Maksiyatun Min Akbarin Na’si’,” kata Makmun.

Untuk diketahui Bedah Buku Gagal Faham Khilafah ini dimoderatori oleh Ketua Umum FKMTHI Ahmad Sayuti, dalam ruang diskusi tersebut bagaimana Asal-usul Faham Khilafah, Efek Domino sekaligus Mengcounter Faham untuk Masyarakat dan Generasi Milenial di Indonesia khususnya Banten.[Red/Bahri]

Bagikan: