By | 21 April 2020

Oleh Diki Fiska Priadi

Beberapa hari ke depan, umat Muslim khususnya yang ada di Indonesia akan segera menyambut bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan, yaitu bulan suci Ramadhan, seperti yang kita tahu sebagai umat muslim, bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat dinantikan dan juga dirindukan setiap orang orang Islam di berbagai belahan dunia.

Karena bulan ramadhan merupakan bulan yang paling utama dari seluruh bulan yang ada dan satu tahun, keindahan bulan suci Ramadhan bukan hanya difirmankan dalam Al-Qur’an, akan tetapi jika kita melihat sejarah, Al-Qur’an sendiri juga dimulai sejak “17 Ramadhan, secara berangsur-angsur, selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari, atau sekitar 23 tahun, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun, hingga wafat.

Kemudian keindahan bulan suci Ramadhan ini seakan menjadi momentum luar biasa, karena Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia bertepatan di Bulan Ramadhan, yaitu hari Jum’at, tanggal 9 Ramadhan 1364 H, Atau dalam kalender Masehi jatuh pada tanggal 17 Agustus 1945.

Euforia umat muslim dalam menyambut bulan suci ramadhan haruslah disikapi dengan penuh keimanan dan juga ketakwaan kepada Allah SWT, karena seperti yang disebutkan dalam ayat 183 dari surat Al-Baqarah. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa

Adapun bulan Ramadhan pada tahun 2020, berdasarkan hisab, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF-PBNU) memprediksi 1 Ramadhan 1441 H bertepatan pada tangg 14 April 2020. Namun, NU masih tetap menunggu hasil rukyat hilal (penelusuran awal dan akhir bulan).

Wakil Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Sirril Wafa, menuturkan dalam kalender NU, awal Ramadhan memang pada 24 April 2020. Dengan keterangan, ijtimak atau konjungsi antara Bulan dan Matahari pada akhir Sya’ban terjadi pada 23 April pukul 09.30.

Sedangkan Pengurus Pusat Muhammadiyah telah memutuskan bahwa 1 Ramadhan 1441 H jatuh pada Kamis, 24 April 2020. Sementara, 1 Syaw 1441 H atau Lebaran 2020 jatuh pada, Minggu 24 Mei 2020.

Sekarang tepatnya hari Senin, 20 april 2020. Bulan Ramadhan kembali digerbang pintu, hanya menghitung hari demi hari ke depan, tentunya umat Islam sudah mulai mengadakan persiapan-persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan di Tahun ini. Dalam hal menyambut dan memuliakan bulan Ramadhan setiap tahun datang menemui kita.

Diriwayatkan oleh Salman RA, bahwa pada suatu hari di akhir bulan Sya’ban Rasulullah Saw, berkutbah dengan sabdanya

“Wahai sekalian manusia, telah hampir (datang) kepada kalian bulan yang agung (bulan Ramadhan), bulan yang penuh berkah, yang didalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, inilah yang bukan Allah SWT, Wajibkan puasa pada siang harinya dan disunnahkan Qiyamullail (shalat tarawih) pada malam harinya, berang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan melakukan amalan-amalan (ibadah) wajib dibukan lain, dan barang siapa yang melakukan amalan (ibadah( wajib dibukan ini (Ramadhan,), maka sama dengan melaksanakan tujuh puluh (70) ibadah wajib dibukan lain”.

Dalam penyambutan bukan suci Ramadhan di tahun 2020, akan sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena euforia umat muslim dalam menyambut bulan suci seakan berada tengah ancaman yang nyata, yaitu virus Corona atau disingkat Covid-19.

di dunia internasional, pandemi covid-19 ini sudah memakan jutaan korban jiwa. Sejauh ini sekitar, 2.246.291 kasus terkonfirmasi, di Negara/kawasan 213, dan angka kematian  152.707  di dunia. Sedangkan di Indonesia, sekitar 6.760 orang positif, dengan jumlah kesembuhan 747 orang, dan angka kematian sekitar 590 orang, pada tanggal 20 April2020. (COVID-19.GO.ID).

Baca Juga:  AntusiasWarga Kramatwatu Sambut Ramadhan dengan Pawai Obor

Sungguh ini merupakan penyambutan bulan  suci Ramadhan dengan penuh kesabaran bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Karena dengan adanya pandemi Covid-19 ini, penyambutan bulan suci akan terasa sepi. Apalagi jika kita melihat kebijakan dari pemerintah Indonesia, yang melarang adanya perkumpulan melebihi yang sudah ditetapkan. Seperti, jarak sosial, physical distancing.

Presiden “Joko Widodo” (Jokowi) menegaskan siap melakukan pembatasan sosial berskala besar menghadapi penyebaran virus Corona (covid-19). Hal ini akan dibarengi dengan “Darurat sipil”.

“Saya minta pembatasan sosial berskala besar, Physic distancing, dilakukan lebih tegas, lebih disiplin dan lebih efektif lagi sehingga tadi juga sudah saya sampaikan perlu didampingi kebijakan darurat sipil. “ kata Presiden Jokowi, Senin (30/3/2020).

di tengah-tengah pandemi yang melanda Indonesia tentunya kita sebagai warga Negara merasakan hal yang serupa, yaitu waspada terhadap penyakit dan ingin segera berlarut tiada virus ini lagi.

Inilah bulan kesabaran bagi umat Islam, bulan yang suci walau dilanda penyakit mematikan sekalipun. Amalan (ibadah) selalu diagungkan, dengan mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan.

Dalam bulan suci Ramadhan yang dibarengi pandemi Covid-19 bukan penghalang bagu umat Muslim dalam menjalankan ibadahnya kepada sang Pencipta.

Akan tetapi, dengan adanya pandemi Covid-19 ini semakin kuat keimanan dan juga ketakwaan kaum muslimin dalam menyambut bulan suci Ramadhan di tahun 2020 walaupun dengan keterbatasan sosial. Inilah keistimewaan bulan Ramadhan, keistimewaan dan balasan keistimewaan ialah keindahan. Inilah bulan kesabaran, dan balasan dari kesabaran ialah kebaikan Tuhan. Karena, keimanan seorang muslim dibakar bara api pun dia akan tetap beriman, sama halnya, keadaan segawat dan segenting apa pun dia tidak akan meninggalkan kewajiban Tuhannya.

Karena , puasa memberikan kita rasa cinta, cinta melawan hawa nafsu, cinta kepada sesama, cinta kepada sekitar/lingkungan, dan yang lainnya. Dengan adanya pandemi Covid-19 masyarakat dihimbau agar tetap berada di rumahnya masing-masing, akan tetapi ini bukan himbauan agar tidak melakukan kepedulian. Banyak bentuk kepedulian sekalipun tidak berpapasan atau berinteraksi sosial.

Di zaman yang super canggih dengan teknologi, sudah tidak relevan lagi kita diam tanpa bentuk inovasi dengan perkembangan zaman. Banyak kepedulian sosial yang seharusnya kita lakukan dibulan suci Ramadhan. Salah satunya, memberikan bantuan donasi lewat media sosial, membagikan obat pencegahan terhadap sekitar, seperti hand sanitizer lewat media sosial dan lain-lain. Jangan merasa panik dengan adanya pandemi Covid-19 ini, langkah seharusnya ditempuh dengan melawannya, bukan mendiamkannya.

Dengan cara kita membagikan obat pencegahan, mengikuti arahan pemerintah, memenuhi bimbingan kesehatan, dan sering mengecek kesehatan di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat. Dengan cara demikian, sedikit demi sedikit kita membasmi virus tersebut. Agar waktu kita menyambut serta menjalankan ibadah puasa Ramadhan berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan. Sehingga amalan (ibadah) kita kepada Allah SWT,. Mendapatkan ampunan dan juga keberkahan sehingga tidak mengulangi kesalahan yang sudah diperbuat.

Mari kita lawan pandemi Covid-19 dengan keagungan iman kita kepada Allah SWT,. Dengan tidak meninggalkan kewajiban dan juga senantiasa selalu berbahagia dengan apa yang telah diberikanNya, tanpa melanggar kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah demi mencegah meluasnya virus ini. Karena jarak sosial bukan berarti menghalang kita untuk peduli sosial.

Penulis merupakan Mahasiswa STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, Lebak. Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sementara IV (empat), fakultas Keguruan dan ilmu pendidikan. Aktif di Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Lebak

Bagikan: