By | 26 Juni 2020

patron.id – Serang, Persoalan pembagian dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga ada pemotongan oleh oknum pendamping, langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang. Namun Dinsos Kota Serang menyatakan bahwa dugaan pemotongan dana PKH itu bukan dikoordinir oleh pendamping.

Kepala Dinsos Kota Serang Moch Poppy Nopriadi mengakui pihaknya mendapat laporan adanya pencairan PKH yang dikoordinir oleh pendamping dan ketua kelompok di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen. Dinsos pun langsung melakukan koordinasi dengan tim PKH agar segera ditindaklanjuti.

“Sudah (ditindaklanjut), tapi itu bukan dikoordinir pendamping. Jadi beberapa KPM (Keluarga Penerima Manfaat) minta tolong untuk dicairkan sama ketua kelompok. Karena kan tidak boleh, memang beberapa waktu yang lalu memang pernah ditemukan seperti itu, dan kami langsung tindaklanjuti,” ujar Poppy, kepada jurnalis patron.id, pada Jum’at (26/6/2020).

Bahkan saat ini seluruh masyarakat penerima bantuan sudah memegang kartu debitnya masing-masing.

“Iya, sekarang ini semua KPM yang pegang dan mengaksesnya, jadi tidak ada lagi pendamping atau ketua kelompok yang melakukan pencairan. Mudah-mudahan kejadian ini yang pertama dan terakhir,” katanya.

Poppy menyebutkan, besaran uang yang diterima oleh KPM program PKH tidak semuanya sama, karena tergantung kategorinya.

Baca Juga:  MA IPNU Kabupaten Serang Netral Dalam Pilkada 2020

“Kalau besaran pasti berbeda-beda, kan tergantung kategori apa dia dapet PKH-nya. Ada kategori ibu hamil, lansia, dan anak sekolah. Jadi pasti berbeda-beda besaran yang didapat,” sebut dia.

Ia menuturkan, terkait jumlah besaran yang diterima dengan saldo pada rekening koran, biasanya terjadi gangguan jaringan pada bank.

BACA JUGA : http://shyampooja.com/dana-bantuan-pkh-dipotong-oknum-pendamping

“Mungkin proses transfer dari bank ada masalah. Bahkan kadang ditemukan rekeningnya nol tidak terisi, biasanya kalau gangguannya sudah diatasi nanti dirapel bantuan yang kurangnya,” tutur dia.

Poppy menjelaskan, pencairan dana bantuan PKH dilakukan secara langsung ke nomor rekening keluarga penerima manfaat (KPM), dan tidak diperbolehkan dicairkan oleh pendamping atau pun ketua kelompok.

“Karena sejak awal aturannya seperti itu, dan bantuan PKH masuk langsung ke rekening penerima bantuan,” katanya.

Karena itu, ia meminta kepada pendamping maupun ketua kelompok agar memberikan sosialisasi kepada KPM, sehingga pencairan dapat diakses secara mandiri.

“Dan memang itu tidak boleh (menitip dicairkan). KPM harus belajar untuk mengakses bantuan secara langsung, supaya tidak ada fitnah. Karena PKH itu langsung masuk ke rekening penerima,” jelas Poppy.[Red/Roy]

Bagikan: