By | 19 September 2020

patron.id – Serang, Seksi Konservasi Wilayah I Serang pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menerima dua satwa liar dari warga Serang dan Kabupaten Pandeglang, di kantornya Jl. H. Tb. Suwandi, Gang Perintis III, Ciracas, Kota Serang, Banten, pada Sabtu (19/9/2020).

Hewan liar dan dilindungi ini diserahkan warga berupa 1 burung Kaka tua kategori jambul kuning kecil dan 1 ekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Serang pada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Andre Ginson mengatakan pihaknya menerima burung Kakatua jenis jambul kuning berusia sekitar 3-4 tahun. Sementara, satwa liar Kukang berusia sekitar 2 tahun.

“Kami menerima burung Kakatua jenis jambul kuning dari warga secara sukarela, Jum’at (18/9) kemarin. Sementara penyerahan kukang dari warga Pandeglang,” kata Andre usai dikonfirmasi lewat telepon genggam, Sabtu (19/9/2020).

Dari dua satwa tersebut, pihaknya akan menyerahkan ke BBKSDA Jawa Barat di Bogor sebagai kantor pusat untuk ditampung sementara sebelum dilepas ke habitatnya di Nusa Tenggara Barat.

“Rencananya Minggu depan kita titip ke LH di Bogor, dan suatu saat akan dikirim ke bagian timur (NTB) untuk dilepaskan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Penutupan SSN 2019, Ketua HMJ Berharap Tahun Depan Lebih Meriah

Sementara, pemilik satwa kukang, Fahmi Abdul Aziz, mengatakan dirinya menyerahkan hewan jenis endemik tersebut lantaran tidak mampu memelihara dan khawatir satwa ini tertangkap oleh warga lain serta terjadi jual beli.

“Saya inisiatif ke BKSDA karena mereka yang paling ngerti treatment apa yang harus dilakuin pada hewan ini. Apalagi kalau mau dirilis (dilepas) ke habitat yang mana yang pas buat si hewannya,” kata Fahmi, warga asal Pandeglang.

Ia bercerita, ditemukannya hewan tersebut di Jl. Bayah-Malingping, tepatnya di perkebunan kelapa sawit, pada malam hari saat ia menuju Kota Serang.

“Saat itu saya baru pulang dari Bayah malam hari, lampu kendaraan menyorot ke jalan dan menemukan hewan sedang berjalan. Pas saya cek ternyata kukang. Kemudian langsung saya bawa dan sekarang saya serahin ke BBKSDA,” papar mahasiswa di Universitas Terbuka Serang ini.

Diketahui Dua satwa liar dan dilindungi ini tercantum dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta bagi yang membunuh hingga memperjualbeli satwa tersebut. [Red/Roy]

Bagikan: