By | 1 September 2020

patron.idSerang, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang temui anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang Diskusikan persoalan yang sedang berkembang, di Kota Serang, pada Selasa (1/9/2020).

Mulanya, Amanudin Toha menyoroti persoalan yang bertengger di Dinas Pendidikan (Dindik) mengenai mutu pendidikan dan pengunaan anyboard (papan tulis digital-red) untuk belajar online.

“Untuk Dinas Pendidikan, peningkatan mutu. Kita juga dari, anggarannya besar disupport bagaimana penganggaran kan sudah jelas kita sudah menganggarkan semuanya untuk pengajaran seperti dengan mengadakan anyboard papan tulis digital kayak komputer semacam itu agar bisa yang tidak bisa datang juga bisa langsung online,” ungkap Aminudin Toha, anggota komisi IV DPRD Kota Serang.

Lebih lanjut, ia juga menyinggung Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang mengenai pembelajaran jarak jauh (PJJ), menurutnya, di Kota Serang masih terdapat beberapa titik wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan internet. Selain itu, ia juga mempertanyakan soal kerjasama antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Sekolah harus di rumah nah itu bisa sebetulnya kalau memakai any board itu, Jadi langsung pengajaran tetap saja tapi lewat fasilitas handphone, yang jadi permasalahan itu memang ada beberapa di Kota Serang juga yang sinyal untuk handphone ini kurang. Sebetulnya ini bisa diakomodir dari Diskominfo tentang jaringan,” tambahnya.

“Kalau bisa diangkat soal perjanjian kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (LH) dengan BHP Nusantara agar program 0,S (bebas sampah) dari Walikota ini bisa tercapai, Bagaimana penanganan 0,S (bebas sampah) ini tidak dikerjasamakan. Karena sudah 8 bulan. Itu sepertinya bisa menguntungkan pemerintah Kota Serang,” tegasnya.

Baca Juga:  Dinkes Kota Serang Buka Posko Mudik di Tiga Titik

Tak hanya persoalan pendidikan, ia juga menegaskan terkait Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang terkait kesehatan gratis. Menurutnya, hingga saat ini Dinkes belum jelas soal penanganan pasien yang menggunakan BPJS.

“Program Dinas Kesehatan itu belum jelas, kesehatan gratis. Bagaimana mau mengatakan kesehatan gratis sementara rumah sakit yang ada di Kota Serang yang sudah berdiri belum bisa menangani BPJS. Makanya saya ingin prioritas penganggaran itu untuk penanganan Rumah Sakit penambahan ruang kamar dan juga untuk penanganan BPJS agar segera maksimal yang ditangani oleh rumah sakit,” ungkapnya

Kendati demikian, mengenai penanganan Covid-19, anggaran senilai 86 Miliar Rupiah dipergunakan untuk sosialisasi pencegahan corona virus disease 19 (Covid-19).

“Termasuk berkaitan dengan Covid ya? Ya sosialisasi Covid segala macam, kan kita bukan kecil untuk penanganan Covid ini, banyak Rp 86 milyar anggarannya. Makanya itu yang harus kita support, sosialisasi ini untuk masyarakat seperti  apa,” pungkasnya

Diketahui dalam pertemuan tersebut, Ketua IPNU Kota Serang didampingi Sekjen Hari, dan Ketua BPOKK Demokrat Kota Serang, Alan Maulana Yasir.[Red/Aldi]

Bagikan: