By | 3 Juli 2020

patron.id – Serang, Dinas Pertanian (Distan) Kota Serang melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan qurban di salah satu lapak hewan qurban, Jl. Syekh Nawawi Al Bantani, Lingkungan Boru, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang. Pada jum’at (3/7/2020).

Hal itu dilakukan Distan Kota Serang dalam rangka memastikan hewan qurban bebas penyakit selama mengahadapi hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

“Pemeriksaan ini yang pertama itu pendataan penjual hewan qurban, jumlah ternak, asal ternak dari mana. Kemudian memeriksa kesetahan ternak, ternaknya berpenyakit atau tidak itu yang paling penting,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Serang Siswati, saat ditemui Jurnalis patron.id di lapak hewan qurban.

Menurut Siswati mengungkapkan hasil pemeriksaan kesehatan tadi pihaknya menemukan ternak yang sedang mengalami sakit mata. Temuan itu dinilai Distan Kota Serang wajar dan tidak berbahaya bagi hewan qurban lainnya.

“Itu mungkin pengaruh dari perjalanan tapi ini bisa sembuh, tidak begitu bahaya, asalkan dipisahkan dulu dan diobati. Kalau sudah sembuh, boleh dijual,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menemukan hewan qurban yang masih di bawah umur. Sebab menurut agama islam, lanjut Siswati, syarat usia hewan qurban (sapi dan kerbau) minimal dua tahun. Artinya jika usia sapi dan kerbau masih di bawah umur maka tidak diperbolehkan untuk dijadikan qurban.

“Tadi kita menemukan masih ada ternak di bawah umur. Kalau untuk sapi bisa dilihat dari perubahan gigi besar dan gigi serinya. Kalau belum cukup umur jangan dijual, karena ini dari segi agama. Kan masih ada yang sudah cukup umur,” sebut Siswati.

Distan Kota Serang juga mengecek kelayakan lapak hewan qurban demi menunjang kesehatan hewan qurban dari serangan penyakit. Seperti tempat berteduh bagi hewan qurban, ketersediaan pakan dan minum yang cukup.

“Ini sudah contoh yang bagus, ada peneduh, karena ternak juga harus dilindungi kesejahteraannya. Kemudian ketersediaan pakannya, alhamdulillah bagus dan banyak, dan ketersediaan air minum juga ada, ini sudah mencukupi syarat secara kesejahteraan hewannya,” katanya.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid-19 Polsek Cikedal Bersama Warga Semprotkan Disinfektan ke Tempat Ibadah

Dinas Pertanian Kota Serang juga tak luput menyarankan kepada para pedagang hewan qurban untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terhadap hewan qurban. Hal itu sesuai surat edaran Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian tentang protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terhadap hewan qurban.

“Seperti surat edaran dari pusat (Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian), kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian Provinsi Banten, dan tindaklanjuti oleh kita ke semua lapak, DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) kita beri edaran yang intinya dalam penyelenggaraan perdagangan hingga penyembeliham hewan qurban harus melaksakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di lapak hewan qurban diantaranya tersedianya tempat cuci tangan, handsanitizer, menggunakan masker bagi petugas maupun pembeli.

“Untuk petugas harus memakai makser, lalu pakai baju legan panjang atau kalau ada pakai sarung tangan, kemudian yang paling penting jaga jarak dan tidak boleh kontak fisik,” sebutnya.

Bahkan pada saat pengiriman hewan qurban dari daerag asal, kata Siswati, penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ini harus dilakukan para pedagang hewan qurban.

“Misalnya ini pengiriman dari Bali, ketika datang mereka langsung mandi, ganti baju, terus dia membawa surat rapid tes. Jadi untuk lapak ini sudah menerapkan protokol pencegahan Covid-19, mudah-mudah ini menjadi contoh untuk lapak-lapak yang lain, baik yang sudah muncul maupun yang belum muncul,” katanya.

Jika tidak menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pihaknya siap menegur para penjual hewan qurban. Meskipun memang belum ada aturan pemerintah terkait sanksi bagi penjual hewan qurban yang melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Kalau sanksi kan secara undang-undang belum ada, paling nanti kita tegur saja langsung, kita peringatkan lagi agar mereka (penjual hewn qurban) mau menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” tegasnya.

Meski demikian, belum ada data yang menyebutkan bahwa ada hewan qurban yang terjangkit Covid-19 atau virus korona. Oleh karena itu, Dinas Pertanian Kota Serang menekankan pencegahan Covid-19 dari sisi manusianya. [Red/Roy]

Bagikan: