By | 16 Februari 2019

patron.id – Serang, Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten yang tergabung dalam Rayon Dakwah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar diskusi mingguan bertajuk ‘Melihat Indonesia Hari Ini Dalam Perspektif Pers’, Jum’at (15/2/2019), di halaman parkir gedung Fakultas Syariah UIN SMH Banten.

Pengurus Rayon Dakwah PMII Komisariat UIN SMH Banten menghadirkan CEO patron.id Imam Tantowi, sebagai pemateri diskusi mingguan tersebut. Nampak sebanyak 60 mahasiswa begitu antusias mengikuti kajian rutin ini yang dikemas secara sederhana, duduk lesehan sambil membentuk lingkaran kecil.

Peserta diskusi mingguan [Istimewa]

Ketua Rayon Dakwah PMII UIN SMH Banten, Adi Madagi, menjelaskan kegiatan mingguan ini dilaksanakan di parkiran dan dengan budaya yang biasa kita lakukan yaitu diskusi lesehan membuat lingkaran kecil untuk menyatukan pola pikir dan arah gerakan PMII Rayon Dakwah Komisariat UIN SMH Banten.

“Ini rutinitas kita setiap jumatnya, kali ini kita membahas tentang sudut pandang pers yang meliputi segala aspek keresahan khususnya di media yang ada di Indonesia saat ini. ” kata Aldi saat ditemui di lokasi acara usai mengiktui diskusi tersebut.

Ia menambahkan bahwa tema diskusi tersebut penting diulas dimana era teknologi seperti sekarang ini mahasiswa dituntut untuk melek media. Selain itu, memberikan pengetahuan kepada para kadernya terkait propaganda yang dikemas media massa sehingga pihaknya bisa mengetahui mana propaganda yang jelas dan mana yang tidak jelas.

Baca Juga:  Warga Banyumekar Senang Bisa Rayakan HUT RI Ke-74 Bersama Mahasiswa

“Kita sangat membutuhkannya karena jika membahas di era teknologi yang sangat canggih ini anggota dan kader PMII harus melek literasi media dan bisa menangkal setiap propaganda yang tidak jelas.” tambahnya.

Sementara itu, CEO patron.id Imam Tantowi, dalam diskusinya, memaparkan bahwa kita harus sadar bahwa pers adalah tonggak demokrasi keempat setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif. Kekuatan pers dalam berbangsa dan bernegara sangatlah besar, namun menurutnya sangat bahaya sekali jika pers digembala oleh kaum-kaum yang menggunakan demi kepentingan pribadinya atau kaum borjuis yang tak peduli kepada kaum proletar yang ada di negeri ini.

“Kita sebagai mahasiswa pergerakan wajib untuk menetralkan hal seperti itu apalagi kaum yang menyalah gunakan pers demi kepentingan diri pribadi,” papar Imam, yang juga diketahui sebagai Ketua Lembaga Cyber, Pelatihan Jurnalistik dan Penerbitan PKC PMII Provinsi Banten.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada peserta diskusi yang didominasi mahasiswa tersebut untuk bisa menetralisir para oknum yang menyalahgunakan pers demi kepentingan pribadi sesaat yang tidak memberikan manfaat edukasi terhadap masyarakat.

“Saya harap setelah kita berdiskusi panjang mulai dari history pers dan gerakan pers saat ini, PMII Rayon Dakwah Komisariat UIN SMH Banten bisa menetralkan kaum-kaum yang menyalah gunakan pers.” ucapnya.[Red/Renna]

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *